Kekayaan yang sejati ialah pada saat kita bersyukur selalu dan kemiskinan ialah pada saat kita mengeluh selalu

Monday, February 22, 2016

Menjawab mereka yang memfitnah Alkitab


I. Alkitab adalah Firman Allah

A. Pendahuluan
Dalam kehidupan orang percaya harus mempertanggung-jawabkan apa yang telah kita lakukan atau kebenaran yang kita percayai, karena itu orang-orang percaya harus mempunyai pemahaman mengenai dasar iman Kristen untuk bisa menjawab pertanyaan orang-orang non Kristen mengenai iman Kristen. Penulisan ini untuk memberikan alasan kenapa orang Kristen mempercayai Alkitab sebagai satu-satunya Firman Allah, sehingga bisa memberikan pertanggung-jawaban kepada orang non Kristen yang bertanya atau memfitnah kebenaran Alkitab.
B. Isi
Bagian ini akan menjelaskan bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang menjadi otoritas kehidupan orang-orang percaya.
1. Terbentuknya Alkitab.
a. Penulisan Alkitab
Alkitab ditulis oleh manusia yang dipakai Allah. Apa yang dituliskan oleh manusia adalah ilham dari Roh Kudus, maka Roh Kudus adalah pengarang Alkitab. (2 Petrus 1:20-21). Pengertian ini  memberikan kebenaran Alkitab baik PL dan PB ditulis dari kemahatahuan Roh Kudus. Pembuktian tersebut menjelaskan bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Tuhan yang tidak pernah salah.

 Alkitab yang terdiri dari 66 kitab dengan pengarang yang berbeda-beda dan ditulis selama dari 1.500 tahun oleh 40 orang penulis namun mempunyai kesatuan pesan yaitu Kristus penebus manusia. Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah karya Roh Kudus dalam mengilhamkan kata demi kata, sebagai berikut :

- Tulisan Paulus dalam 2 Timotius 3:16
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

- Tulisan Petrus dalam 2 Petrus 1:21
“Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

b. Cara pengilhaman yang digunakan Roh Kudus , yaitu

- Undian.
Undian sebagai alat untuk meminta bimbingan dari Allah kepada manusia, seperti kebenaran dalam Perjanjian Lama di kitab Yunus (Yunus 1:7) dan Perjanjian Baru dalam kitab Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 1:26).
Pada saat sekarang Alkitab sudah ada, maka undian tidak berlaku lagi. Sebagai orang Kristen untuk mengetahui kehendak Allah, dengan membaca Alkitab sebagai Firman Allah kepada manusia, sebab masa sekarang alat undian sebagai alat Iblis melalui para peramal.
- Urim dan Tumim.
Allah juga berbicara melalui Urim dan Tumim untuk menyatakan kehendak-Nya (Kel. 28:30, Bil. 27:21 dan Sam.14:41, 28:6). Cara penggunaan Urim dan tumim ditaruh di dada imam untuk mengambil keputusan bagi bangsa Israel. Setelah itu mengambil Urim dan Tumim di kantong dadanya Imam, jika yang terambil adalah Urim maka berarti Allah menjawab iya dan sebaliknya jika yang terambil adalah Tumim maka berarti Allah menjawab tidak.

- Mimpi.
Allah juga berbicara melalui mimpi (saat manusia tertidur) saat Firman Allah belum tertulis, seperti Allah dalam peristiwa Yusuf (anak bungsu Yakub)(Kejadian 37:5) , Yusuf (tunangan Maria), diberitahukan melalui mimpi untuk menerima Maria kembali (Matius 2:9). Pada saat Alkitab suda tertulis, mimpi bukanlah menjadi dasar kebenaran sebab Alkitablah menjadi dasar kebenaran Firman Tuhan.

- Visi atau Penglihatan.
Allah juga memakai penglihatan dalam mencapaikan pesan Allah, yang terdapa dalam kitab Daniel 10 sampai 12, bahwa Daniel mendapatkan penglihatan dan Petrus diberi penglihatan juga tercatat dalam Kisah Para Rasul 10:17.

- Malaikat.
Allah juga memakai malaikat sebagai penyampaian berita pada saat firman Allah tertulis (Lukas 1:11,26). Malaikat sebagai penyampai pesan Allah untuk kepentingan tertentu, untuk meyakini penerima pesan (Bilangan 22:35)

- Nabi.
Nabi-nabi dipakai Allah, Allah memenuhi mereka dengan Roh-Nya, baik itu dengan menyampaikan secara lisan maupun menuliskan pesan Allah untuk kepada umat-Nya (Yeremia 36). Nabi-nabi dipenuhi untuk berbicara atas nama Allah dan dalam nubuat-nubuat (1 Sam 10:10-11).

- Kristofani
Sebelum Firman Tuhan tertulis, Kristus telah menampakkan diri kepada, kepada Abraham (Kej.18:1). Kristus datang untuk menyampaikan berita penting kepada penerima pesan (Yoh.6:46).

- Allah menjadi Manusia.
Dalam Injil Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia”. Sang Pencipta dan Allah maha mengetahui mengenai surga dan neraka mengosongkan dirinya untuk menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7) dan memberitakan kabar kerajaan Allah (dalam kitab Injil banyak perkataan Tuhan Yesus yang mengarah kepada kerajaan Allah).

- Roh Kudus
Roh Kudus adalah  Penghibur (Parakletos), janji dari Tuhan Yesus untuk melanjutkan program keselamatan saat Tuhan Yesus sudah terangkat ke surga. Roh Kudus juga memberrikan pewahyuan, untuk mengajarkan serta mengingatkan Rasul-rasul segala sesuatu yang pernah mereka dengar dari Tuhan Yesus (Yoh. 14:26).
Hal membuat Alkitab adalah Firman Tuhan, adalah tuntunan Roh Kudus dalam penulisan pengajaran dari Tuhan Yesus Kristus. Maka pada masa sekarang Alkitab menjadi otoritas orang Kristen, bukan lagi mengunakan undian, Urim-tumim, dll.

c. Pembuatan dalam penulisan teks
Dalam menulis kebenaran yang diwahyukan oleh Roh Kudus, butuh fasilitas dalam penulisan. Inilah alat-alat penulisan,  yaitu :

- Papirus : Salinan Kitab Suci dalam tulisan tangan, tidak dapat ditemukan banyak karena dipakainya bahan yang mudah rusak untuk menulis. Namun isi naskah tersebut masih bisa terpelihara karena menurut Krisop Lake “para ahli kitab biasanya memusnahkan kitab yang lama bila mereka sudah menyalin Kitab Suci yang baru.”

- Perkamen : Terbuat dari olahan kulit domba, kambing, rusa dan binatang lainnya. Bulu dibersihkan untuk menulis. Nama tersebut diambil dari nama kota Pergamum, karena terkenal pembuatan bahan untuk menulis.

- Velum : Beberapa di antara naskah Alkitab kuno yang kita miliki sekarang tertulis di atas vellum ungu, yang terbuat dari pada kulit anak sapi.

- Lempengan tanah liat : cara penggunaannya dengan menulis dengan alat yang tajam lalu tanah liat tersebut dikeringkan membuat sebuah catatan yang permanen (Yeh 4:1), alat tulis yang tahan lama.

d. Alat Tulis yang digunakan
- Pahat : Sebuah alat dari besi untuk membuat tulisan di atas batu.
- Pena Logam : Membuat tulisan di atas lempengan tanah liat atau lempengen lilin.
- Pena : yang terbuat dari bulu, untuk menulis di atas Vellum, perkamen, dan papyrus.
- Tinta : merupakan campuran dari “arang, getah dan air”.

2. Kanon
Kata “kanon” berasa dari bahasa Yunani, κανών (kanon) (2 Kor.10:13, 15, dan Gal 6:16) yang mempunyai arti “rule, standard”, dalam bahasa “Patok, kaidah”. Jadi, Alkitab disebut “kanon” yaitu sebagai standart dan alat ukur kebenaran yang telah ditetapkan .
1) Kanon Perjanjian Lama
Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama, kitab yang ditulis antara kurang lebih tahun 1.500 SM sampai kurang lebih 400 SM, maka sebelum kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia, kitab Perjanjian Lama sudah dibaca oleh masyarakat Yahudi. Kitab PL terbagi menjadi 3, yaitu :

a. Kitab Torah
- Kejadian.
- Keluaran.
- Imamat.
- Bilangan.
- Ulangan.

b. Nabium (Nebhim), Kitab-kitab Nubuat
Nabi Terdahulu
- Yosua - Samuel
- Hakim – hakim - Raja-raja
Nabi Kemudian
- Yesaya
- Yeremia
- Yehezkiel
Dua Belas Nabi
- Hosea - Habakuk
- Yoel - Zefanya
- Amos - Hagai
- Obaja - Zakharia
- Yunus - Maleakhi
- Mikha
- Nahum
c. Kethubhim (karangan “Hagiographa”)
Kitab-kitab  Syair
- Mazmur - Ayub
- Amsal
Lima Gulungan (megilloth)
- Kidung Agung
- Rut
- Ratapan
- Ester
- Pengkhotbah
Kitab-kitab Sejarah
- Daniel - Nehemia
- Ezra - Tawarikh.
Total keseluruhan adalah 36, namun Samuel, Raja-raja dan Tawarikh dibagi dua menjadi 39 Kitab.
Dalam 3 bagian ini, diakui oleh masyarakat Yahudi sebagai Firman Allah dan Tuhan Yesus menegaskan kebenaran tersebut (Luk 24: 27,44) ayat 44 “Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Alasan hal ini bukan karena semua orang Yahudi telah menerima kitab P.L namun perkataan Tuhan Yesus Kristuslah menjadi standart kebenaran dan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Kitab-kitab Perjanjian Lama yang ditolak karena tidak kanonik yaitu Apokrif (kitab-kitab yang ditambahkan pada Perjanjian Lama). Kitab tersebut berada di Alkitab yang dipakai gereja Roma Katolik, yang disebut Deuteronika artinya kanon yang kedua. Inilah kitab tersebut dan alasan kenapa kitab tersebut tidak kanonik, yaitu :
a) Tobit
b) Yudit
c) Tambahan Kitab Ester
d) Yesus Bin Sirakh
e) Barukh dan Surat nabi Yeremia
f) Tambahan Kitab Daniel
g) I Makabe
h) II Makabe
i) I Edras
j) II Edras.
Alasan tidak mengakui kitab-kitab umat Katolik yaitu Deuteronika (Deuteros “yang kedua”, Kanonika “kanon”)/ kitab kanon yang kedua ialah :

a) Kitab tersebut tidak diakui oleh orang-orang Yahudi sebagai Firman Allah, hanya bacaan rohani, sampai hari ini.
b) Kitab-kitab tersebut tidak pernah dibahas oleh Tuhan Yesus, bahkan dalam kutipan-kutipan Perjanjian Lama dalam ucapan Tuhan Yesus.
c) Bahkan Para Rasul tidak pernah mengutip atau membicarakan hal tersebut.

2) Kanon Perjanjian Baru.
Proses penulisan Perjanjian Barus sekitar  50 M sampai 100 M, proses pengumpulan 100 M – 200 M yaitu pengumpulan tulisan-tulisan Rasul-rasul untuk kebutuhan jemaat maupun kebutuhan pribadi.   Pada konsili ketiga Kartago (397) dan konsili Hippo (419) menetapkan 27 kitab Perjanjian Baru yang diakui baik oleh Gereja Roma Katolik maupun Protestan.  Jadi kanon ada pekerjaan dari Roh Kudus, dibalik hasil  konsili, karena tulisan yang diilhamkan Roh Kudus sebagai pengangan orang-orang percaya.


3. Bahasa Asli Alkitab
a. Dalam Perjanjian Lama
Dalam Perjanjian Lama kitab suci orang Yahudi yang orang Kristen pakai juga, menggunakan bahasa Ibrani. Ada bagian-bagian tertentu ditulis dalam bahasa Aram (Targum) sepertiKej 31:47, Yer 10:11, Ezr 4:7-6:1, 7:12-26 dan Dan 2:4-7:28.
Pada saat zaman Alexander Agung menjadi peguasa pada abad 3 SM, bahasa Yunani Koine mulai menjadi bahasa International. Orang-orang Yahudi di perantauan menggunakan bahasa International yaitu Yunani Koine. Firaun Ptolemaios II Philadelphus (memerintah tahun 285-246 SM) menugaskan 72 orang penerjemah (ahli kita Yahudi) untuk menerjemahkan bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani, maka hasil kitab dari terjemahan Yunani disebut Septuaginta mempunyai arti 70, dari pengenapan angka penerjemah 72. Dampak dari penerjemahan tersebut sampai kepada zamannya Tuhan Yesus, yaitu kitab Perjanjian Lama sudah memiliki 2 bahasa (Ibrani dan Yunani).
Pada tahun 70, terjadi peristiwa yang membuat orang Israel tersebar karena penghancuran kota Yerusalem beserta Bait Allah. Pada tahun 70-900 sekelompok Yahudi mengumpulkan salinan-salinan, walapun terjadi penghancuran namun masih banyak salinan-salinan yang tersimpan di sinagoge-sinagoge yang menjadi patokan. Perubahan terjadi Ibrani Kuno yang tidak ada hurf hidup (konsonan), menjadi kitab bahasa Ibrani yang memiliki huruf hidup untuk menambahkan vocal. Kitab tersebut disebut Masoretic Text (kitab Ibrani yang mempunyai huruf hidup).

b. Dalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Baru ada + 3.000 copy naskah di tulis dalam bahasa Yunani dalam bentuk fragment (penggalan-penggalan teks), 2.000 copy dalam penjelasan untuk kebutuhan pembacaan, 8.000 manuscrip (naskah) dalam bahasa Latin, dan sekitar 2.000 terjemahan versi kuno.
Naskah-naskah bahasa Yunani Perjanjian Baru telah tersebar kemana-mana , namun perkembangan zaman setelah abad ketiga bahasa Latin menjadi bahasa yang penting, maka pada saat itu mereka mengetahui dua bahasa yaitu Yunani dan Latin , berusaha menerjemahkan kitab-kitab PB, sehingga terdapat sekitar 8.000 naskah kuno.
Tuhan memelihara semuanya itu sampai pada siap dalam percetakan dan menjadi sebuah kitab untuk orang-orang percaya.

4. Tujuan penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia.
Penerjemahan bahasa asli Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ke bahasa Indonesia, tentu mempunyai maksud yang sangat penting, yaitu :
a. Adanya pemberitaan Keselamatan.
Alkitab akan menjadi pegangan otoritas seluruh orang percaya di bangsa-bangsa termasuk di Indonesia, untuk bersaksi karya Keselamatan Kristus (Matius 28:19-20).
b. Pengajaran yang mendewasakan Iman.
Alkitab menjadi pengajaran dalam kehidupan orang percaya, yang memberikan kebijaksaan dan untuk mendewasakan iman dalam kehidupan masa kini, yang tertuju pada Kristus.

5. Kesimpulan
Alkitab ditulis oleh Kuasa Roh Kudus yang memberikan ilham kepada para penulis, maka yang tertulis di dalam Alkitab adalah Kebenaran yang berasal dari Allah. Dari penulis yang berbeda, tempat yang berbeda, tahun yang berbeda mempunyai kesatuan mengarah kepada karya Keselamatan Allah kepada manusia. Sebagai orang percaya kenapa mempercayai Alkitab karena Alkitab adalah Firman Allah.
Pemeliharaan Allah atas hasil tulisan-tulisan yang diilhamkan Roh Kudus dari zaman ke zaman sehingga dikumpulkan menjadi Kitab Suci.
Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia, tidak menghilang inti pesan Allah kepada manusia yaitu rancangan karya keselamatan Allah.


6. Menjawab Fitnah :
a. Alkitab sudah dipalsukan oleh orang Yahudi ? berikan bukti bahwa Alkitab dipalsukan oleh orang Yahudi ?
Perjanjian Lama
Luk 24: 27,44) ayat 44 “Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Perjanjian Lama adalah fakta, karena dalam perjanjian Baru adalah pengenapan dari setiap nubuat, bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru selamat.
Perjanjian Baru
Kebenaran dari setiap pengajaran Tuhan Yesus Kristus, yang ditulis oleh para Rasul dengan ilham Roh Kudus, karena Roh Kudus yang mengajarkan serta mengingatkan Rasul-rasul segala sesuatu yang pernah mereka dengar dari Tuhan Yesus (Yoh. 14:26).
b. Menjawab apakah Tuhan Yesus disalib untuk menebus dosa manusia ? sebab ada yang berkata  bahwa Tuhan Yesus tidak disalib
Para Rasul menulis dengan bimbingan Roh Kudus bahkan para Rasul menjadi saksi mata kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia. kesimpulannya yang bijak adalah percaya kepada saksi mata yang melihat secara langsung dan menuliskan kebenaran tersebut, atau yang bukan saksi mata kematian Tuhan Yesus Kristus.

c. Paulus memberikan ajaran yang sesat kepada orang Kristen ?
Pendapat yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena kitab Injil, tulisan Lukas dalam Kisah Para Rasul, dan tulisan Yohanes mengarah kepada karya keselamatan yang dilakukan Kristus. Bukan itu juga sama dengan tulisan Paulus ? yang mengakui Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan juruselamat manusia.
d. Kenapa kitab Kristen dan Kristen katolik berbeda ?
Sebenarnya jawaban tersebut sudah pada bahan diatas, karena Tuhan Yesus tidak pernah membahas kitab tersebut, bahkan para Rasul.



Daftar Pustaka


Archer , Gleason L. The Zondervan Pictorial Encylopedia of the Bible, Vol V. Grand Rapid : Zondervan Publishing House, 1982

Fickett Jr, Harold L. Kepercayaan Kaum Baptis. Bandung : Lembaga Literatur Baptis, cetk III, 2011.

Liaw, Suhento. Doktrin Alkitab Alkitabiah. Jakarta: Gereja Baptis Independen Alkitabiah GRAPE, cet II, 2007

McDowell, Josh. Apolegetika : bukti yang meneguhkan kebenaran Alkitab volume I. Malang : Gandum Mas, cetakan kedua, 2007

Tenney, Meriil C. Survei Perjanjian Baru. Malang : Gandum Mas, cetakan 10, 2013

Tuesday, February 9, 2016

Pembodohan kepada Jemaat, untuk berbahasa roh dengan mengutip Injil Yohanes 4:23. Makna Teks “Menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:23).


I. Pendahuluan
Penulisan ini bukanlah untuk menyindir siapapun dan menghakimi siapapun, sebab kebenaran harus diungkapkan. Penulispun pernah tersesat dengan stament-stament para Wl bahkan hamba Tuhan, yang mengatakan “menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” maka harus “Berbahasa Roh”. Ketidak mengertian jemaat akan membawa jemaat terbawa arus perkataan-perkataan  yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sehingga menimbul kesesatan.
Mereka tidak bisa membuktikan kalo perkataan kutipan Injil Yohanes 4:23 “Menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran”  mengarah kepada “Bahasa Roh”. Dengan pandangan sendiri dan mengatas namakan Tuhan di atas mimbar seakan-akan benar, namun itu semua pebodohan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Penjelasan ini akan dijelaskan secara singkat, biarlah tuntunan Roh Kudus untuk menyatakan kebenaran Firman Tuhan.

II. Isi
Dasar yang membuktikan bahwa “Menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” tidak mengarah kepada bahasa roh.
Konteks saat itu :
Terjadinya percakapan Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria (Yohanes 4:20-24), yaitu :
a. Bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di Gunung ini (ayat 21).
Gunung ini “Gunung Gerizim ( Orang-orang Samaria menyembah Allah di Gunung Gerizim) karena orang Samaria adalah orang – orang Yahudi yang menikah dengan orang yang bukan Yahudi/ menikah dengan suku di luar Yahudi  (Kawin Campur). Maka tidak bisa orang Samaria bergabung dengan orang – orang Yahudi tulen. Dalam hal ini orang Samaria menyembah Allah di Gunung Gerizim, berbeda dengan orang Yahudi yang menyembah Allah di Yerusalem.
b. Jawaban Tuhan Yesus (ayat 23-24)
Ayat 23. “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembahan-penyembahan demikian.”
Ayat 24. “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Maksud Teks ini : “Menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
1. Menyembah dalam roh, yaitu menyembah Allah yang tidak  lagi dibatasi oleh Tempat (Seperti orang Samaria di Gunung Gerizim dan orang Yahudi  di  Yerusalem).
2. Menyembah dalam roh, tidak di batasi oleh Arah penyembahan kepada Allah ( Daniel 6:11). Pada masa pembuangan Daniel menyembah Allah ke arah Yerusalem dan kedatangan Tuhan Yesus.
3. Menyembah dalam kebenaran, pengertian yang benar mengenai Tuhan Yesus. Kebenaran = aléthīa (Yoh 14:6), memberikan informasi kepada perempuan Samaria untuk menyembah Tuhan Yesus, sebab Tuhan Yesuslah kebenaran yang dingenapi oleh nubuatan nabi-nabi dalam PL.
Maka dalam hal ini, Tuhan Yesus tidak menyuruh perempuan Samaria untuk berbahasa roh, tidak ada sama sekali.

III. Pesan Kebenaran
Kebenaran hal inilah yang membuktikan bahwa kutipan-kutipan “Yohanes 4:23-24” yang diangkat diatas mimbar bukanlah untuk berbahasa roh. Dengan dasar apakah ayat ini berbicara untuk bahasa Roh ? sungguh sama sekali ayat ini tidak berbicara bahasa roh.

Dibalik pesan tersebut ada pesan yang Firman Tuhan ingin sampaikan, yaitu Allah rindu untuk roh kita dibangkitkan kembali dalam penyembahan yang benar. Jika orang Samaria meninggal kesibukannya dan orang Yahudi meninggalkan kesibukkannya untuk mencari/menyembah Allah. Marilah kita berjumpa dengan-Nya dengan menyembah dalam roh dan kebenaran.

IV. Penutup
Firman Tuhan adalah pelita dalam kehidupan orang percaya, jika kebenaran itu diselewengkan maka akan menyesatkan orang-orang.
Kebenaran itu yang akan mengungkap kebenaran, maka biarlah Firman Tuhan yang berbicara, bukan pemikiran kita yang memaksakan isi Alkitab.
Tuhan Yesus berkati.


Wednesday, January 27, 2016

Belajarlah dari sejarah ke-Kristenan di China

Sejarah Gereja di China
Pendahuluan
            Sejarah Gereja di Cina, menjadi pembelajaran dalam penginjilan bahkan menjadi studi historis dari pengalaman yang terjadi di Cina. Gereja di Cina mengalami banyak tantangan dari setiap tahun yang berbeda, mengalami kenyamaan saat dilindungi oleh pemerintahan namun juga mengalami penganiaan dalam perkembangan gereja bahkan pengusiran dan kematian. Missionaris tentu menikmati hal tersebut karena Anugrah Allah harus diberitakan kepada orang-orang di Cina untuk menerima keselamatan dari Allah melalui penebusan Tuhan Yesus Kristus di kayu Salib.
Dalam Sejarah Gereja di Cina juga memberitahukan strategi-strategi dalam penginjilan sehingga akan terlihat banyak gereja-gereja dibangun karena Injil yang sudah disebarkan secara luas di negeri Cina. Mereka dengan tulus untuk menyebarkan Injil sampai kepelosok-pelosok desa, walaupun mengalami penganiayaan oleh komunis, hingga ibadah dibawa tanah, maka memberikan penekanan Gereja dibangun karena karya Allah melalui para Missionaris yang siap sedia mati untuk untuk jiwa-jiwa di Cina.
Isi
A.    Injil yang telah masuk ke Cina
            Sejarah Gereja di China, tentu dimulai dengan  pekabaran Injil yang masuk ke China pada tahun 635 oleh Uskup Alopen seorang biarawan Nestorian. Pembuktian tersebut dinyatakan dengan penemuan monumen Ch’ang-an pada tahun 1625 oleh buruh-buruh di China, monumen yang didirikan pada tahun 781 di Cina Utara Barat.  Kebenaran tersebut didukung dengan arsip-arsip pemerintahan Cina dan kumpulan naskah-naskah yang ditemukan di “Gua seribu Buddha” di Tunhuang, dekat perbatasan Utara Barat  Cina.
            Injil yang masuk ke Cina oleh pemberitaan Uskup Alopen dimulai dari gereja Nestorian di Persia, dengan cara jalur perdagangan yang dilakukan oleh para penginjil ke arah selatan melalui India sampai Sri lanka dan Cina selatan, atau melalui Asia Tengah dan Padang Gurun Gobi sampai ke Cina Utara.
B.     Perkembangan Injil.
Pada tahun 635, Alopen diberikan izin untuk penyebaran injil di Cina dan Pada tahun 638 T’ai Sung, memberikan fasilitas kepada Alopen dengan memberikan sebuah biara di ibukota untuk 21 biarawan dan dihiasi foto kaisar sebagai perlindungan dari pemerintah kepada kekristenan.
Pada abad 7  (700 thn), mulailah agama-agama asia (Manicheisme, Zoroaster, dan Islam) masuk ke cina, namun Kekristen dan agama-agama lain tidak berkembang karena kebudayaan dan adat istiadat sudah menghidup di kehidupan orang-orang China.
Beberapa penyebab tidak berhasilnya dalam perluasan Injil, yaitu :
-          Penyebab tidak berhasil perluasan dalam kekristenan pada saat itu, karena rahib-rahib Nestorian suka mengasingkan diri dan memandang remeh pernikahan, sedangkan agama Kong Hu Cu menekankan hidup berkeluarga, walalupun secara etika ajaran Kristen dengan Khong Hu Cu banyak kesamaan.
-          Karena agama Budha menganggap Kristen sebagai persaing, sehingga tokoh-tokoh Budha dengan keras menantang kedatangan para rahib Kristen dan menyerang biara-biara Kristen.
-          Karena teologi Gereja Nestorian lemah, anggapan dari ahli teologi pada masa lalu.
Pada tahun 651, 713 dan 732, beberapa misionaris Nestorian datang ke Cina dalam rombongan duta Arab, Gereja bertambah besar, meskipun sejumlah jemaat adalah orang asing. Dalam masa-masa tahun tersebut tentu banyak proses yang dilalui, seperti terjadi penyerangan pada tahun 712 karena Wu Hou naik takhta setelah kematian Kao Tsung dan Wu Hou adalah penganut Budha Fanatik, sehingga agama Budha dinyatakan agama Negara (tahun 691). Pada tahun 712, Hsuan Tsung, naik takhta menggantikan Wu Hou, pergantian tersebut menjadi kebaikan bagi umat Kristen karena biara Kristen di Ch’ang-an dibangun kembali.
Pada abad 9-11, Ke Kristenan tetap tidak maju, seperti yang sudah dijelaskan, tradisi yang kental di Cina menentang Kristen yang menggangap rendah pernikahan dan gereja ditutup karena hidup beraskese tidak adanya kekeluargaan yang dianggap melemahkan Negara.
Pada abad 13, yaitu gereja pada masa kekaisaran Monggol yang dipimpin oleh Kaisar Genghis Khan memulai titik baru kembali, karena membuat perserikatkan nikah dengan orang Kristen. anak Sorkakatani –beki  yang ketiga, yaitu Kublai (cucu Genghis), diangkat menjadi Khan Agung (1259), gereja Nestorian berkembang kembali dan pada tahun 1300 atas permintaan Kublai Khan, Missionaris Franciscan(Fransiskan) diberi izin untuk memberitakan Injil dalam kerajaan.[1] Awal mula terjadinya perpecahan umat Kristen yaitu Gereja Nestorian (yang terdiri dari orang-orang monggol dan orang Persia) dan Gereja Katolik (orang-orang Eropa).
Setelah Monggol memimpin + 1 abad, pada tahun 1368 bangsa Cina berhasil mengusir penjajah Monggol dibawah kepemimpinan Ming, sehingga bahkan kekristenan hampir lenyap, karena Cina sudah tertutup dan tidak mau menerima pengaruh-pengaruh dari luar.[2]
Pada abad 15an, masih ada kaum Yesuit dari Roma Katolik yaitu Ricci (yang bekerja di Cina sejak tahun 1577), namun tetap tidak berdampak karena menyesuaikan adat-istiadat Cina, sampai kepada penyembahan nenek moyang. Hal ini mendapat kritik karena tidak akan membawa dampak sebab mereka menyembunyikan kematian Kristus di kayu salib dalam khotbahnya kepada kaum Tionghoa, maka terlihatlah mereka tidak membawa orang-orang Tionghua yang berdosa kepada kaki Yesus Kristus, melainkan membawa kepada Gereja Roma saja.[3] Hal ini tidak mempengaruh perkembang gereja dan tidak ada dobrakan kembali walaupun Cina dalam keadaan sedang tertutup.
Pada tahun 1800-an, para missionaris Prostestan melalui jalur perdagangan. Hudson Taylor masuk ke Cina dengan gaya yang kontekstual (mengapdosi pakaian dan kebiasaan Cina).[4] Hudson Taylor yang mempunyai misi untuk memberitakan Injil kepada orang-orang Cina tentang keselamatan yang ada dalam Yesus Kristus untuk itu pada tahun 1865 Hudson Taylor mendirikan China Inland Mission (Pekabaran Injil Pendalaman Tiongkok), sebagai tombak pengabaran Injil ke desa-desa dan kota-kota.[5] Mereka telah mengabarkan Injil di 11 wilayah daerah Cina dan menerima misionari dari seluruh dunia yang berbeban untuk mengabarkan Injil kepada rakyat Cina.[6] Menjadi kemajuan pesat pada tahun 1873 sudah ada 43 pos, 35 pekabar Injil Barat bekerja sama dengan 60 penginjil Cina dan pada tahun 1882 anggota CIM sudah berdiam pos Injil di 15 propinsi dari 18 propinsi Cina. Pada tahun 1905 China Inland Mission sudah mendirikan 110 misi dengan 7 rumah sakit, 16 Klinik dan 128 tempat rehabilitas pecandu opiuma. Anggota CIM yang bekerja di Cina ialah 550 anggota dan 4.000 orang Kristen Cina sebagai hasil dari pelayanan CIM. Saat itu Kristen Protestan diperkirakan 40.000.[7]
Pada Tahun 1807, Robert Morrison masuk Tiongkok dan memberikan sumbangsi yang sangat baik yaitu pada tahun 1819 mengusahakan menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Tionghoa, menterjemahkan buku-buku Kristen, menerbitkan buku-buku Kristen, sains, pengetahuan umum dalam bahasa Cina, tata bahasa Cina dan kamus bahasa Inggris-Cina. Hal itu dilakukan supaya menjadi dasar pelayan Injil selanjutnya.[8] Gerakan baru terjadi pada saat Robert Morrison mengirimkan surat kepada “London Missionary Society” dan badan Misi Protestan yang lainnya, untuk mengirimkan Missionari ke Cina. Surat itu direspon dengan baik, sehingga gebrakan baru terjadi yaitu sekitar 150 Badan Misi Protestan pun mengirimkan 8.500 orang missionaris untuk berkarya di Cina. Dampak yang terjadi dari strategi Robert Morrison untuk jiwa-jiwa yang percaya meningkat, pada Tahun 1920an jumlah penganut Prostestan mencapai 2,5 juta orang[9] dan 4 juta orang Katolik Roma.[10]
Pada tahun 1839-1860, Cina mengalami candu dari tanaman Apiun di India lalu dibawa ke Cina dengan kapal-kapal milik Inggris dan dijual dalam bentuk candi, sebagai keuntungan di Inggris. Pada tahun 1860 Dalam krisis ekonomi ini, Cina membuat perjanjian kepada Inggris dan Negara-negara lain untuk mempunyai hak berdagang, dan meresmikan pedagangan candu, dalam perjanjian tersebut para Penginjil juga masuk ke Cina. Hal ini yang sedihkan para penginjil Inggirs, sebab dibalik kesempatan menginjil karena ada perjanjian antar negara, juga melihat tangan manusia yang kejam[11].
Pada tahun 1844-1860, Cina juga mengikat perjanjian dengan Perancis, untuk Pemerintahan Cina tidak menghambat Gereja Katolik Roma di Cina. Pada tahun 1860 mendapatkan perlindungan pemerintah Cina terhadap para utusan Gereja Roma Katolik berserta anggota-anggota gereja. Hak-hak yang sudah diambil oleh pemerintahan Cina atas tanah milik Gereja Katolik dikembalikan kembali. Pada tahun 1890 diperkirakan ada 500.000 orang yang sudah dibaptis menjadi anggota Gereja Roma di Cina. Saat itu sudah ada 639 Pastor dari luar negeri dan 369 Pastor berkebangsaan Cina.[12]
Pada tahun 1875, Richard seorang dari utusan Baptis Missionary Society, telah membuka pusat misi Baptist di Shangtung. Banyak strategi yang ia lakukan dalam penginjilan, yaitu membuka sekolah di ibukota setiap propinsi Cina, menerbitkan majalah (Ilmu pengetahuan dan Kristen). Hal ini menjadi teladan bagi badan-badan protestan lain dalam mengembangkan pendidikan di Cina seperti Gereja Anglikan di Shanghai, Gereja Metodis di Nanjing pada tahun 1889, misi Presbiterian Amenrika di Canton pada tahun 1983, dan American Broad (Kongregasionalis) di T’ung Chow pada tahun 1893. Pada tahun 1890 universitas Beijing didirikan oleh yayasan antar-gereja. Secara kasat mata hampir sama dengan pelayanan Hudson Taylor namun mempunyai perbedaan yang jelas, bahwa Richards pendekatan dengan golongan pendidikan di Cina, yang memberikan pengetahuan modern untuk menjangkau kaum elite dan mempermudah menjangkau masyarakt luas. Sedangkan Hudson pendekatan dengan adat dan kebiasaan Cina sebagai jalan penginjilan pribadi.[13] 
Pada tahun 1922, terbentuknya Dewan Kristen Nasional, dan 10 Gereja Protestan dengan 500.000 jiwa telah bergabung merupakan “gereja Kristus di Tiongkok” (National Christian Councils) atas dorongan Cheng Ching Yi, pimpinannya hampir seluruhnya dipegang oleh orang-orang Tionghoa,[14]. Moralitas adalah nilai-nilai kebajikan Tionghoa yang lama, sehingga Cina membuat “Gerakan Hidup Baru”, oleh orang-orang Kristen di Cina dengan gerakan “Kekristenan Praktis”. Oleh karena itu sangat perlu bagi umat Kristen di Tionghoa, untuk memperdalam isi Injil dan perkabaran Injil.[15] Pada tahun 1927, diadakan sinode pertama Church of Chris in China untuk semua gereja (Prebiterian, Kongregasipnalis dan Gereja Baptis) yang mengakui Yesus Kristus sesuai dengan Alkitab, untuk mendorong semangat untuk bekerja sama dan meningkatkan persekutuan antara gereja-gereja yang ikut serta dalam sinode ini.[16]
Pada tahun 1949, tokoh-tokoh Protestan yaitu Sun Yat Sen dan Chiang Kai Shek hampir menjadi pemimpin/president di Cina, namun keadaan berubah total pada saat semua mayoritas protestan seperti di pemimpin-pemimpin pemerintah dan militer Cina, alumi-alumi universitas-universitas Protestan, karena Cina telah mengalami kejatuhan dalam tangan komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong.[17] Hal ini menjadi tekanan bagi gereja di Cina termasuk para pendeta di Cina harus mencari pekerjaan lain dan semua pendeta dari luar negeru harus kembali/keluar dari daerah Cina.[18]
Pada tahun 1949, menjadi tantangan oleh pendeta lokal di Cina karena mengalami tekanan dari komunis, sehingga harus melaksanakan penginjilan secara bersembunyi atau dibawah tanah. Penguasaan tersebut juga meliputi lembaga pendidikan milik Kristen diambil alih oleh pemerintah Cina Komunis. Dari tahun 1949 sampai 1970 lebih dari 25 juta jiwa Kristen yang dibunuh di Cina dan pada zaman Mao Zedong seluruh gereja di tutup.
Umat Kristen tetap bertahan walaupun harus mengalami penderitaan dan hidup di dalam bawah tanah, karena perubahan sistem yang dilakukan Cina Komunis dengan menghapus kapitalisme, imperialism, modernism, intelektualisme, pengaruh asing dan kekristenan. Penyebab kemunduran Cina, karena sistem Cina Komunis yang tidak memikirkan masa depan rakyat Cina, sehingga orang-orang yang berkualitas(terpelajar) di Cina dipenjarahkan karena ketidak setujuan dari sistim Cina. Pada tahun 1972, Gereja di Beijing dibuka karena permintaan para diplomat Afrika dan Indonesia, kehadiran tersebut dihadiri oleh orang-orang asing..
Pada tahun 1976, terjadi perubahan karena Mao dan Zhou Enlai yang memimpin Cina Komunis telah meninggal dan anggota komunis juga menyadari bahwa terjadi kesalahan dalam sistim komunis. Deng Xiao Ping, melakukan terobosan dan pembaharuan, ini menjadi hal yang baik terjadi kembali lagi oleh umat Kristen di Cina.
Pada Tahun 1979, walaupun gereja masih dikontrol oleh pemerintahan, namun gereja sudah diizinkan kembali untuk dibuka. Uskup K.H Ting (dari Gereja Episkopal Protestan dan pemimpin Lembaga percetakan Alkitab Protestan di Cina), membangkitkan kembali umat Kristen, untuk persatuan gereja Protestan. Pemerintah memberikan dukungan dengan gerakan persatuan ini, namun gereja-gereja bawah tanah masih waspada karena masih takut dibawah arahan pemerintah.
Dari izin tersebut menjadi perkembangan akhir tahun 1970-an dan tahun 1980-an, jutaan orang Tionghoa bertobat. Pada tahun 1977 dan 1984 perkembang yang maju di Cina, berjuta-juta orang telah menjadi menjadi percaya kepada Kristus. Di Cina juga Jumlah orang Protestan lebih banyak dibanding jumlah orang Roma-Katolik.[19]
Kegerakan dan peningkatan jiwa-jiwa terjadi dalam 30 tahunan. Terjadi 56.000 gereja Protestan di Cina (Resmi terdaftar). Saat seminar agama-agama di Universitas Peking, Wen Ye membenarkan gereja Kristen Protestan sudah mencapai 160 juta jiwa. Orang Cina Kristen dalam kapasitasnya seperti bisnis, politik, militer dan budaya akan memberikan perkembangan dan pertumbuhan Kristen di abad XXI.[20]

Analisa
Dalam sejarah Gereja di Cina, tentu tidak dipisahkan dari tokoh-tokoh para penginjil. Apa saja yang mempengaruhi perkembangan Gereja di Cina dari para tokoh, sebagai berikut :
1.      Uskup Alopen
Kelebihan
Mental yang kokoh untuk masuk kedalam tanah Cina dengan jiwa berdagangnya, walaupun menghadapi negeri Cina yang berbeda tradisi namun Uskup Alopen dengan ketulusan hati memberitakan Injil dan Injil tersebut sebagai perdana sejarah Gereja di Cina.
Kekurangan
Keluargaan yang sangat kental di Cina sehingga bertentangan dengan rahib Nestorian yang harus mengasingkan diri dan memandang remeh dalam pernikahan. Hal tersebut akan menambah penolakkan kepada Injil Kristus, sebab penghargaan yang sangat tinggi yaitu kekeluargaan dan pernikahan.
Kesempatan
-          Alur perdagangan dalam memberitakan Injil, sehingga diterima oleh orang Cina.
-          Telah diberikan izin dari Kaisar T’aisung  untuk penyebaran injil di Cina (638), bahkan menjadi sahabat Kaisar Mongol.
Ancaman
Dari Kong Hu Cu dan agama Budha yang menganggap Kristen adalah saingan, sehingga pada tahuan 800-1000 saat pengantian Kaisar, Cina menentang ke-Kristen karena menganggap rendah pernikahan dan pemimpin yang radikal pada ajaran Konghucu dan Budha, seperti Wu Hou (691) menjadi ancaman yang memperhambat dalam pemberitaan Injil.
2.      Ricci (Kaum Yesuit)
Kelebihan
Dalam penginjilan ke Cina tentu mendapatkan dukungan dari Katolik Roma, walaupun tidak tersebutkan secara detail, namun bisa saja mendapatkan Moral dan Materil sebagai perkembangan dalam penginjilan.
Kekurangan
Menyesuaikan adat istiadat sangatlah baik, seperti pakaian dan bahasa yang digunakan di Cina, namun sangatlah tidak bijaksana sebagai orang percaya jika melakukan penyembahan berhala yang dianggap mereka sebagai nenek moyang, sebagai strategi penginjilan untuk mengikuti tradisi mereka, itulah yang tidak bijaksana dan akan terlihat mental yang tidak kuat sehingga mengaburkan pemberitaan Injil.
Ancaman
Cina yang masi menutup diri karena tidak mau menerima ajaran dan pengaruh dari luar negeri, menjadi salah satu penghalang dalam memberitakan Injil, namun Riccipun tidak memberitakan Injil tetapi melibatkan diri dalam penyembahan nenek moyang orang Cina.
3.      Hudson Taylor
Kelebihan
Kontekstual karena mengikuti pakaian dan kebiasaan orang Cina tanpa harus mengikuti penyembahan kepada nenek moyang dan membuka perkabaran Injil di Cina (China Inland Mission), untuk menjangkau kedesa-desa dan kota-kota. Hudson Taylor mengetahui kebutuhan, sehingga mendirikan rumah sakit dan klinik. Pendiriaan Rumah sakit dan Klinik tersebut adalah sarana dalam pemberitaan injil.
Kesempatan
Pemberitaan Injil ini dimulai melalui jalur perdagangan sehingga Injil dapat diberitakan.
4.      Robert Morrison
Kelebihan
Mempunyai strategi yang baik dalam penginjilan, seperti menerjemahkan Alkitab dalam bahasa tionghoa, menerbitkan buku-buku Kristen, dll. Menjalin kerja sama kepada misi yang lain untuk penginjilan di Cina, seperti London Missionary Society. Injil tersebut bisa disampaikan kepada orang Cina melalui cara perdagang, para missi bisa masuk ke China untuk membantu penginjilan di Cina.
Kesempatan
            Melalui para pedagang, maka Injil tersebut disampai kepada orang-orang di Cina untuk mereka memperoleh keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.
5.      Richard
Kelebihan
            Mempunyai tujuan yaitu menjangkau kaum elit sebagai sarana pengjangkauan kepada masyarakat luas dan mempunyai strategi yang matang, seperti membuka sekolah, penulisan majalah Kristen sebagai sarana penginjilan.
*Sebagian dalam tokoh sejarah Gereja di Cina yang sedang dianalisa, tidak terlihat kekurangan, kesempatan, dan ancaman

Pertumbuhan Gereja di Cina
            Dalam sejarah Gereja di Cina, tentu tidak bisa dilepaskan oleh para penginjil yang mempunyai hati tulus untuk memenangkan jiwa di Cina. Setiap mereka mempunyai strategi tersendiri-tersendiri, Maka ada beberapa hal yang efektif dalam pemberitaan Injil di Cina sesuai dengan analisa yang sebelumnya.
-          Mendirikan Lembagi Misi dan Pos PI sebagai penjangkauan.
-          Berkontekstual dalam penginjilan di Cina seperti menggunakan  baju dan bahasa di Cina.
-          Menjangkau orang-orang Elite sebagai ujung tombak dalam penjangkauan masyarakat luas.
-          Membangun Sekolah, Klinik, dan Rumah sakit sebagai penjangkauan masyarakat luas untuk pemberitaan Injil.
-          Mengunakan traktat, buku-buku Kristen dan majalah Kristen sebagai sarana penginjilan.
Hal ini yang membawa perkembangan di Gereja Cina, karena dimasa tersebut juga butuh pendidikan karena masih sangat kurang, sehingga melihat kondisi yang diperlukan pada saat itu akan membantu perkembangan Injil.
Kesimpulan
            Dari setiap pembelajaran sejarah Gereja di Cina, maka perkembangan Gereja di Cina terlihat jatuh bangun karena penganiayaan yang dihadapi, namun dibalik penganiayaan yang terjadi menimbulkan kekuatan untuk bersatu dalam pemberitaan Injil baik gereja di bawah tanah, ataupun Gereja di Shanghai pada masa penganiayaan. Maka terlihat  sejarah gereja di Cina, menjadi pokok kesatuan yaitu Injil yang berapi-api di negeri Tiongkok dari para tokoh-tokoh Penginjil, bukan hanya memberitakan karya keselamatan, tetapi juga membangun bangsa Cina untuk berpendidikan dan berpikiran modern dalam menghadapi masa krisis ekonomi, dll.



Daftar Pustaka
Berkhof,H , Sejarah Gereja, Jakarta : Gunung Mulia, cek 5: 1986.
DeJonge, Christiaan, Menuju Keesaan Gereja , Jakarta : Gunung Mulia, cet-2, 1993
Ruck, Anne, Sejarah Gereja Asia, Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008.
Stock, E, The History of the Church Missionary Society, London: CMS, 1899
Wetzel, Klaus, Kompedium Sejarah Gereja Asia, Malang : Gandum Mas, 2000
Wongso, Peter, Seri Diktat :Sejarah Gereja, Malang :Seminari Alkitab Asia Tenggara, cetakan II :1996
www.suarakristen.com/blog/2015/02/22/sekilas-misi-protestan-di-cina/





[1] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cek 5: 1986). 92
[2] Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. (Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008)58-59
[3] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cek 5: 1986). 232-233
[4] www.sabda.org/misi/artikel_isi.php?id=5 20 Januari 2016, pukul 17:06 WIB.
[5] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cet- 5, 1986).358
[6] Peter Wongso. Seri Diktat :Sejarah Gereja. (Malang :Seminari Alkitab Asia Tenggara, cetakan II :1996).201
[7] Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. (Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008) 147
[8] Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. (Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008) 138
[9] www.suarakristen.com/blog/2015/02/22/sekilas-misi-protestan-di-cina/
[10] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cet -5, 1986).359
[11] Inggris Negara Kristen, yang telah membuka paksa pintu gerbang Beijing, dan telah membakar habis istana Kaisar, supaya diperoleh hak resmi masuk keseluruh Cina, baik pedagang dengan candunya, maupun untuk misionaris dengan kabar baik tentang Juruselamat . E.Stock. The History of the Church Missionary Society. (London: CMS, 1899). 303
[12] Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. (Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008). 141.
[13] Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. (Jakarta: Gunung Mulia, Cek 8 :2008). 149
[14] Christiaan DeJonge. Menuju Keesaan Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cet-2, 1993) 73
[15] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cet- 5, 1986).359
[16] Christiaan DeJonge. Menuju Keesaan Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cet-2, 1993). 74
[17] www.suarakristen.com/blog/2015/02/22/sekilas-misi-protestan-di-cina/
[18] H.Berkhof. Sejarah Gereja. (Jakarta : Gunung Mulia, cek 5: 1986).360
[19] Klaus Wetzel. Kompedium Sejarah Gereja Asia. (Malang : Gandum Mas, 2000). 296
[20] www.suarakristen.com/blog/2015/02/22/sekilas-misi-protestan-di-cina/

Monday, January 18, 2016

Kenapa Firman Tuhan sangat tegas kepada orang kaya ?


Pendahuluan
            Tulisan ini tentu bukan untuk menghakimi siapapun, tetapi melalui nasehat-nasehat Firman Tuhan yang hidup, untuk memberikan pengertian yang benar bagi kehidupan orang-orang percaya. Sesuai dengan Firman Tuhan katakan :
2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
            Bacalah dengan kerendahan hati kebenaran ini, sebab hidup kita adalah anugrah Allah melalui penebusan Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan dan dilayakkan untuk kita menghadap-Nya.

Isi
            Benar dalam Perjanjian Baru banyak ayat-ayat untuk menasihati orang-orang kaya, untuk mereka mempunyai kesadaran, apa yang mereka miliki adalah dari Allah. Pada saat seorang yang percaya Kristus, hidupnya adalah milik Kristus maka orang yang diberkati akan selalu berkata ini adalah milik-Nya, tetapi orang kaya akan mempertahan ini adalah miliknya sendiri.
            Dalam, Matius 6:19-20
            19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”
Jika kita tidak memakai materil kita sesuai dengan maksud Tuhan, maka akan menimbulkan permasalah besar baik itu jasmani dan rohani. Tuhan Yesus sedang mengajarkan dalam kehidupan kita untuk mengumpulkan harta disorga, apa yang kita miliki ialah untuk pekerjaan Tuhan, untuk kemuliaan Tuhan.
1 Timotius 6:17-19
17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”

Paulus meneruskan ajaran Tuhan Yesus seperti pada ayat sebelumnya, janganlah tinggi hati dengan apa yang kita miliki. Renungkanlah kenapa Firman itu berkata seperti itu ? sebab jika kekayaan tersebut tidak digunakan dengan tujuan Allah, maka kekayaan tersebut akan jatuh kepada hal-hal yang sia-sia. Seberapa banyak orang kaya jatuh kepada narkoba ? seberapa banyak orang kaya terseret kepada pembelian Sex ? seberapa banyak orang kaya yang terjatuh pada perselingkuhan karena kekayaan? Seberapa banyak orang kaya jatuh pada perjudian dan mabuk-mabukan ? dll. (Lukas 16:23)
Friman Tuhan tegas kepada orang kaya, karena untuk menyelamatkan jiwanya dan untuk kemuliaan Allah sesuai dengan Firman Tuhan, maka pergunakanlah untuk :
1.      Memberi (Saudara iman perlu dibantu, para janda dan anak yatim piatu).
(Markus 14:7; Ksh Para Rasul 6:1-6; Roma 15:26; Yakobus 1:27; 2 Kor 8:1-15 ).
2.      Untuk Penginjilan dan pelayan Tuhan yang mengabdikan diri sepenuh waktu sampai hari kematian. (Roma 16:1-2;Filipi 4:15-18; 1Korintus 9:13-14)
Inilah isi hati Allah kepada kita semua, apa yang kita miliki biar itu menjadi dampak dalam pekerjaan Tuhan. Mereka yang tidak mengerti Firman Tuhan akan merasa dirinya rugi, dan meberikan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, padahal ini adalah Firman Tuhan.
Pengajaran ini berbeda dengan pengajaran teolog-teolog yang terpengaruh pada pengajaran menuntut Tuhan, mengenai memberi maka kamu akan diberkati. Memberilah dengan Tulus bukan ingin menuntut Tuhan, hidup kita sudah diberkati oleh penebusan Tuhan Yesus Kristus dengan darah yang mahal dan  kita sedang menabur harta disurga yang tidak ada karat yang merusakannya.   

Penutup

Provedensia Allah selalu menyertai orang-orang percaya. Tuhan Yesus Berkati.