Kekayaan yang sejati ialah pada saat kita bersyukur selalu dan kemiskinan ialah pada saat kita mengeluh selalu

Monday, June 18, 2012

Backstreet dalam kehidupan anak Muda salah Tidak?



PENDAHULUAN
Jika kita perhatikan kata pacaran dalam Alkitab tidak ada, seperti pacaran masa sekarang ini. Hubungan pada zaman itu (pranikah) ialah tunangan, dan ini menuju sebuah Pernikahan. Jadi pacaran(pranikah) menuju sebuah pernikahan. So Pasti Backstreet Love adalah tindakan yang salah.

ISI
Backstreet dalam kehidupan anak Muda salah Tidak?


Kenapa saya teringin untuk menulis Tema hal ini, karena hal ini biasa terjadi sama siapa saja, SMP, SMA, Kuliah, bahkan yang sudah kerjapun bisa melakukannya. 



Jika teman-teman belum mengetahui, ataupun belum mengerti arti Backstreet itu apa sihh? è Pacaran Backstreet, ialah Pacaran yang tanpa sepengetahuan orang lain, mungkin teman-teman kita, bahkan Orang tua kita pun tidak mengetahuinya. Banyak sebabnya anak muda melakukan hal ini, berbagai banyak Alasan mereka untuk Back street.
Kita bisa menanyai teman-teman kita yang melakukan hal ini, dan berbagai banyak jawaban yang mereka berikan kepada kita.
1.       Karena Bedanya suatu Suku, yang diyakinkan oleh orang Tuanya.
2.       Karena Larangan Orang Tuanya jika belum mencapai umur sekian, belum bisa kerja, dll.
3.       Karena Orang Tua tidak setuju dengan pasangan.
4.       Karena sih cowo, atau sih Cewe udah punya pacar, jadi pacar kedua harus backstreet
5.       Karena Beda IMAN jadi Backstreet. Dll
Yang sering kita temukan dalam hal ini ialah masanya SMP-SMA. Hohoho… saya pernah SMP dan SMA jadi saya tahu. Usia yang terlalu muda untuk pacaranlah yang menjadi Factor (Backstreet), karena orang tua mereka tidak setuju anaknya pacaran, karena hanya menghambat pelajaran atau tidak focus pada sekolahnya, pada saat ada problem dengan pasangan anaknya.
Jelas hal ini banyak batu sandungannya apalagi jika mereka Aktif dalam pelayanan :
1.       Mereka akan menjadi keseringan bohong, untuk menutupi hal ini.
2.    Pacaran diam-diam bahaya, karena tidak ada yang memantau hubungan kalian, sejauh mana batas pacaranya, sehingga terjadinya kecelakaan.
3.       Beda Iman, inilah yang sangat berpengaruh, dan menjadi batu sandungan bagi adik-adik binanya. So jadi Pembina harus jelas.

Pandangan Rohani
ð  Jangan mengucapkan saksi dusta, Hormati orang tua kita (bukan mengelabui orang tua)
“Markus 10:19” Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
ð  Apalagi beda seiman, ini sangat bertolak belakang dengan Iman Kristen
“2 Korintus 6:14“ Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”
“Mazmur 111:8” kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Hubungan yang Jujur menjadi dasar bangunan yang Kuat dan Kokoh.

Friday, June 1, 2012

Hidup dalam Iman


Arieas Chijaya

Hidup Dalam Iman
“Ibrani 11:6”
Pendahuluan :
Syalom, Saudara, dan saudari yang dikasihi Tuhan. Pada siang hari ini saya akan mengkhotbah dengan tema Hidup dalam Iman.
Tahukah Saudara hidup dalam Iman itu sangatlah penting? Yah sangat penting bagi kehidupan Kristen dalam sehari-hari, Firman Tuhan mengatakan
“Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.
“bagi Dunia apa yang dilihat itulah yang kita percaya, tapi Iman mengatakan Percaya, dan akan melihat.”
Dan Didalam 2 Korintus 5:7 “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat”

Surat ini ditulis oleh Paulus, bahwa Paulus hidup karena percaya, bukan karena melihat. pada Saat PI Paulus percaya bahwa ada pernyertaan Tuhan dalam hidupnya, dia tidak melihat banyak penganiayaan pada dirinya pada waktu dia memberitakan Firman Tuhan, tetapi dia percaya atas pertolongan Tuhan, pernyertaan Tuhan dalam PI.


ð  Terkadang orang Kristen hidup karena melihat bukan karena percaya, sehingga hidup mereka gampang tergoyahkan karena mereka melihat dunia, melihat kehidupan yang tidak sesuai dengan kehidupan mereka. Sehingga Iman mereka mulai hilang.
Jika kita percaya, dan memiliki pandangan yang benar terhadap Allah. Bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil dalam segala perkara, dan seharusnya kita tidak perlu lagi kuatir, atau takut dalam tantangan dalam kehidupan kita.




Ada 3 Ciri-ciri orang yang beriman, mari kita buka “Ibrani 11:6”
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
1.    Orang yang hidup dalam Iman adalah orang berkenan kepada Allah.
Saudara, dan Saudari yang dikasihi Tuhan, Orang yang berkenan dihadapan Tuhan ialah orang yang ingin selalu menyenangkan hati Tuhan, orang yang selalu ingin melayani Tuhan dengan tulus dari hati-Nya. Pada saat Allah melihat hidup kita yang berkenan kepada-Nya, kita inilah adalah orang-orang yang special dihadapan Tuhan.
Kita bisa melihat kehidupan Daud, bahwa Daud adalah orang yang setia dalam pekara kecil, pada saat Ayahnya untuk menyuruh Daud mengembalakan domba, ia sangat bertanggung jawab pada domba-dombanya. Begitu juga pada saat bangsa Filistin menghina pasukan Israel, yaitu Goliat menantang pasukan Israel. Apakah Pasukan Israel berani melawan Goliat? Mereka adalah pasukan Israel, yang mempunyai tanggung jawab untuk bangsanya. Status mereka adalah Bala tentara Israel tetapi mereka hanya status saja. Tetapi kita melihat Daud yang bukan dari pasukan Israel dia berani melawan Goliat, dan Goliat dikalahkannya. Bahwa hidup Daud berkenan dihadapan Tuhan.
Sekarang banyak status anak Tuhan, Status orang percaya, Status orang yang Pelayanan, Status imam Music, tetapi apakah hidup mereka berkenaan dihadapan Tuhan? Jawablah pada diri kita masing-masing.

2.    Orang yang hidup dalam Iman adalah orang Percaya Kepada pernyertaan Tuhan.
Saudara, dan saudari yang dikasihi Tuhan, bahwa Orang yang percaya kepada Pernyertaan Tuhan, dia percaya bahwa Tuhan ada dalam dirinya, Tuhan berjalan didepannya. Kita tahu pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir ke tempat tanah perjanjian. Allah menyertai mereka, Allah menuntun mereka dengan Tiang awan, dan Tiang api,
“Keluaran 13:21  TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.”
Allah Menyertai bangsa Israel pada waktu siang hari dengan tiang awan,
 è Pada siang hari dipadang gurun bahwa sangatlah panas, tetapi karena kasih sayang Allah yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan.
Allah Menyertai bangsa Israel pada waktu malam hari dengan tiang api
è Pada malam hari dipadang gurun sangatlah dingin, dan jika tidak ada penerangan sangatlah gelap. Bahwa penyertaan Tuhan ada dengan adanya Tiang api untuk menerangi jalan mereka.
Jadi dalam hal ini Tuhan akan Menuntun hidup kita dalam persoalan, atau masalah dalam kehidupan kita, Tuhan akan Berjalan didepan kita, Tuhan yang mengarahkan hidup kita, Tuhan akan Menyertai kita pada Siang, maupun Malam hari. Amin
Dan iman sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari kita dengan pernyertaan Tuhan dalam kehidupan kita.
3.    Orang yang hidup dalam iman adalah orang yang sungguh-sungguh mencari Allah.
Saudara, dan Saudari yang dikasih Tuhan, Tanpa mengenal Allah iman itu adalah kosong, pada saat kita sungguh-sungguh mencari Allah, kita mengenal isi hati Tuhan Yesus, kita akan mengetahui kehendak-Nya dalam hidup kita, adanya pertumbuhan Rohani dalam kehidupan kita. Dan Tuhan menjanjikan sesuatu hal yang Luar biasa dalam hidup kita, yaitu kekalan.
“Yohanes 14:2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
bahwa Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi kita yang orang percaya, dan sungguh kepada-Nya.
Orang yang sungguh-sungguh mencari Allah, yang haus dalam Penyembahan Tuhan, menikmati hadirat Tuhan, dia akan mencari tau tentang Kebenaran yang luar biasa sehingga mengubah hidupnya.
Dan kita mengetahui bahwa Raja Daud orang yang sangat sungguh-sungguh mencari Allah, dia sangat diberkati Tuhan. Dan Daudpun menulis dalam è  
Mazmur 105 : 4 “ Carilah Tuhan, dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Ini adalah penekanan Daud lewat Mazmur

Penutup.
Saudara, dan Saudari yang dikasih Tuhan, Jika kita hidup berkenaan dihadapan Allah, kita hidup dengan percaya karena pernyetaan Tuhan, dan sungguh-sungguh mencari Allah è kita adalah orang-orang yang Radikal didalam Tuhan.
John Mason seorang penulis buku, dan hamba Tuhan berkata “Iman sama seperti sikat gigi. Semua orang harus memilikinya dan menggunakan setiap hari, tetapi Anda tidak boleh menggunakan milik orang lain.”
ð  Bahwa iman digunakan setiap hari untuk merawat Rohani kita untuk tetap bertumbuh, dan tiap orang mempunyai standart iman besar, atau kecilnya iman mereka, ditentukan seberapa intimnya dia dengan Tuhan Yesus.
Saudara, dan Saudari yang dikasihi Tuhan, biarlah ini menjadi aplikasi dalam hidup kita semua, sekian Firman Tuhan. Syalom

Thursday, May 31, 2012

Pernikahan, dan Perceraian


PENDAHULUAN
            Arti nikah Kristen bukanlah sesuatu yang dapat dihapalkan atau didoktrinasikan kepada anggota jemaat.Arti nikah Kristen itu tidak sama bagi setiap manusia dan banyak segi dari pengertian  itu  sendiri. Ada segi bahwa dalam hidup perkawinan, manusia itu diselamatkan dari suatu kesepian yang tidak tertahan maka diberikan kepada manusia itu seorang  penolong ataupun seorang “teman” (Kej 2:18). Adapun segi yang lainnya bahwa perkawinan (pernikahan), berarti manusia mendapat kemungkinan untuk membentuk secara bertanggung jawab dalam suatu keluarga. Ada kemungkinan untuk menerima anak-anak, yang boleh dididik dan dibimbing kepada kedewasaan.

PELAYANAN PASTORAL PERNIKAHAN
            Adapun pengertian dari pelayanan pastoral pernikahan tersebut antara lain:
1)      Membicarakan bersama arti pernikahan Kristen.
2)      Membicarakan bersama arti keluarga Kristen.
3)      Membicarakan bersama kebaktian pernikahan.
 
1)         Membicarakan bersama arti pernikahan Kristen
[1] Beberapa psikolog, konselor pernikahan dan hamba Tuhan menyatakan bahwa pernikahan adalah sebuah perjanjian, dan banyak orang dengan cepat menyetujuinya. Dalam setiap perjanjian, ada persyaratan tertentu. Perjanjian tersebut di antara dua pihak, dimana melibatkan tanggung jawab kedua pihak untuk menepati bagian mereka sesuai dengan kesepakatan.  Maka pernikahan adalah perpaduan emosi  dua pribadi yang saling berfungsi, meskipun keduanya tetap memegang teguh jati diri masing-masing “satu daging” (Kej 2:24).
  Pernikahan Kristen berarti melibatkan lebih dari sekadar perpaduan dua manusia. Secara khusus hadir didalamnya Pribadi Ketiga, yakni Yesus Kristus; yang memberi makna, bimbingan dan arah pada hubungan itu. Jika Yesus Kristus yang mengepalai suatu pernikahan, maka pernikahan itu menjadi pernikahan Kristen.
Pandangan Alkitab tentang pernikahan
[2]Apakah tujuan Allah dengan pernikahan? Salah satu tujuan dasar adalah prokreasi yakni untuk melahirkan anak-anak ke dunia. Allah menciptakan manusia, menurut gambar dan citraNya, dan kemudian berfirman: “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu..” (Kej 1:28)
            Namun pernikahan lebih dari sekadar prokreasi, memelihara dan mendidik anak.               Kej 2:18-25 menegaskan bahwa pernikahan adalah gagasan Allah dan bahwa Dia mempunyai beberapa tujuan dalam pikiranNya. Maksud Allah merancang pernikahan antara lain:
1)      Untuk persahabatan.
Allah mencipta manusia untuk hidup dengan orang lain, dan “orang lain” yang pertama itu adalah wanita.
2)      Untuk kepenuhan.
Allah mencipta wanita untuk menjadi seorang penolong yang sepadan dengan dia.
            Maka, persahabatan dan kepenuhan yang dimaksud Allah dalam pernikahan, tumbuh dari adanya “komunikasi” di antara dua orang yang setiap hari saling berbagi arti hidup.
  1. Membicarakan bersama arti keluarga Kristen
Dalam keluarga dibutuhkan beberapa hal antara lain[3]:.         
a.                                                                                         Hubungan suami-isteri : dalam hidup perkawinan, suami merupakan sumber kebahagiaan bagi istri, dan istri bagi suaminya. Hal itu berarti, bahwa sesudah lama menikah pun, yaitu setelah mereka memiliki banyak anak dan tidak muda lagi, mereka harus saling memelihara diri.
b.                                                                                         Hubungan orangtua-anak: hubungan orangtua dan anak-anak adalah bersifat kasih dan tanggung jawab dari pihak orangtua, dan itu dijawab dengan kasih dan ketaatan dari pihak anak-anak.

3)    Membicarakan bersama kebaktian pernikahan
       Terkadang terjadi diantara kedua mempelai itu sendiri merasa sangat tegang dan gugup  dalam suatu kebaktian pernikahan yang sedang berlangsung, sehingga mereka jarang dapat memusatkan perhatiannya kepada khotbah pernikahan. Maka, konselor (gembala) sebaiknya meneliti tatacara kebaktian pernikahan tersebut dari semula dengan kedua calon mempelai itu.
       [4]Dan ada baiknya, kalau kedua mempelai itu tahu persis, kapan dan apa yang akan mereka jawab, kapan mereka harus berlutut, berdiri, mengucapkan janji nikah dan sebagainya. Maka, suatu kebaktian pernikahan adalah suatu pesta untuk seluruh jemaat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERKAWINAN
1.                            Kepribadian dan kedewasaan pasangan berperan sangat penting.
2.                            Adanya persiapan untuk perkawinan berperan sangat penting.
3.                            Suami-istri harus sepaham tentang soal keluarga yang bertanggung jawab.
4.                            Suami-istri hendaknya tetap saling menarik, dan saling memperhatikan.
Di dalam Alkitab sendiri, terdapat banyak petunjuk dan cara yang dapat digunakan dalam pernikahan agar pernikahan tetap kokoh:
©      Saling mengasihi.
©      Saling mengampuni.
©      Salingmenguatkan/ membangun.
©      Saling memahami.
©      Saling menghargai.
©      Alkitab adalah satu-satunya pedoman keluarga.
©      Kesetaraan dan bukan penaklukan.
©      Jangan meremehkan pasangan.
©      Menjaga kesantunan.
©      Mendahulukan persembahan kepada Tuhan.
[5]Berikut adalah masalah-masalah yang dapat terjadi dalam pernikahan:
1.      Komunikasi yang tidak sehat.
2.      Hubungan dengan keluarga dan orangtua menjadi tidak hrmonis.
3.    Ketegangan hidup karena perbedaan pandangan, tugas rumah tangga, dan kebutuhan pribadi.
4.    Adanya perasaan takut ditolak, baik oleh suami maupun istri.
5.    Tidak berterus terang dan terlalu banyak berpura-pura.
6.    Adanya  perasaan bersalah kerena perbuatan masa lalu yang tercela.
7.    Padamnya hasrat seksual, disebabkan faktor  fisiologis maupun psikologis.
8.    Kesibukan.
9.    Stress dan depresi.
10.  Masalah kesehatan.
                                                                                                    







Pengertian Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan, atau kontrak), dna bagaimana mereka menerima biaya, dan kewajiban merawat anak-anak mereka.[6]
Perceraian masih juga diijinkan tapi pernikahan ulang bagi pihak pecerai tidak diijinkan.

Paulus menasihati pasangan yang telah menikah supaya tetap mempertahankan pernikahannya, entahkah yang satu pihak masih belum menerima Kristus (percaya) ataupun sudah. Namun demikian, kalau pernikahan itu memang sudah tidak lagi dapat dipertahankan, maka inilah penjelasannya :
ð  Pihak pencerai yang sudah beriman itu (note : yang menceraikan pasangannya bukan demi alasan perzinahan) harus tetap hidup membujang atau berusaha rujuk dengan pasangan hidupnya. è (1 Korintus 7:10-11).
Kematian mengakhiri Nazar yang mengikat dalam Pernikahan.
Kematian mengakhiri kewajiban nazar pernikahan (1 Korintus 7:39).
Yesus tidak membenarkan perceraian, Ia menyatakan bahwa pria yang menceraikan isterinya menyebabkan mantan isteri itu dianggap sebagai berbuat zinah kalau menikah kembali, dan pria lain mengawininya juga dianggap berbuat zinah, namun ada suatu perkecualian, yaitu perzinahan.
“Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah” (Matius 5:32),
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah (Matius 19:9)
Pernyataan-Nya diatas yang mengandung kekecualian yang satu itu dapat dipahami dalam Ulangan 22:13-21 è di situ hukum taurat menyatakan bahwa kalau seorang pria mengawini seorang wanita dan pada malam pertama mendapati keperawanannya ternyata sudah direnggut orang lain, maka si wanita itu harus dihukum mati dengan jalan dirajam batu. Ayat 22 è bahwa pelanggaran terhadap nazar pernikahan itu juga dapat dihukum mati. [7]
(jadi kalau hokum taurat itu dilaksanakan, berarti pihak yang bersalah dalam pernikahan itu mati. Kalau tekanan yang diperhatikan, Kematian memutuskan ikatan pernikahan.)
Apa penyebab perceraian itu terjadi ?
1.      Karena Pernikahan Usia Muda[8]
Dalam pernikahan ini jika kalau muda berusia belasan tahun itu masih kekanak-kanakan. Secara Emosi mereka belum dewasa, dan jauh dari siap menghadapi beraneka ragam masalah kehidupan berumah tangga yang rumit seluk-beluknya.
2.      Karena Seks sebelum nikah.
ð  Seks sebelum menikah adalah percabulan dan melanggar hukum Allah.
ð  Seks diluar nikah setelah menikah timbulnya rasa tidak percaya, dan memulai menuduh bahwa pasangan hidupnya berlaku tidak setia.
3.      Karena tidak mempunyai keturunan. [9]
Karena adanya suatu permasalahan kemandulan dari Suami, atau Istri. Sehingga tidak menghasilkan keturunan, sehingga adanya tekanan dari Mertua, atau sanak Saudaranya. Menjadi bahan pembicaraan keluarga. è sehingga timbul pertanyaan siapa yang akan menerusi warisanku? Ini yang menyebabkan terjadinya perceraian.
4.      Karena Pasangan yang selingkuh.
Karena adanya rasa pengkhianatan atau rasa sakit hati pada seorang yang diselingkuhkannya, dan diberikan pengampunan kepada Suami, atau Istri, tetapi Perselingkuhan terjadi kembali. Sehinga lebih baik bercerai, dan hidup tenang.
5.      Karena Penganiayaan.
Adanya kekerasan dalam Rumah tangga, penganiayaan Fisik atau batin yang menjadi bekas kepada pasangannya sehingga pasangan ingin bercerai, karena tidak tahan dan berpikir lebih baik bercerai dan tidak menikah lagi. (Hal ini biasa terjadi pada Isteri).
6.      Karena Dia pergi begitu saja.
Tidak mengetahui pergi kemana Pasangan hidupnya, apakah masi Hidup, atau Mati? Apakah sudah menikah lagi? Sehingga bingung terhadap statusnya seorang janda, atau isteri seorang. Dari pada mati tua, dan sia-sia menunggu sesuatu tidak jelas, dan mengambil keputusan untuk bercerai.
7.      Karena Dia tidak mencintaiku.
Tidak terpenuhinya kebutuhan batin (sex), Karena Sang istri seorang Perempuan Karier, atau sang Suami Pembisnis. Sehingga seringkali lebih memikirkan perkerjaan dari pada kebutuhan batin dalam pasangannya.

Melayani orang-orang yang bercerai
Sebelum kita masuk dalam proses Konseling, kita perlu hati-hati terhadap beberapa langkah dan prosedur hukum dalam perceraian, dan kita (jika perlu) mempunyai pengacara Kristen yang mampu, dan jujur yang kepadanya anda dapat merujuk orang-orang yang menghubungi anda. Jangan berusaha menjawab pertanyaan yang menyangkut hokum, tetapi doronglah orang untuk mencari pertolongan kepada seorang pengacara. [10]
Dalam hal ini ada petunjuk untuk penyelesaian konflik, petunjuk itu adalah[11] :
1.       Penyelesaian konflik diawali dengan Persiapan hati. Sebelum mendekati seseorang, Anda harus mempersiapkan hati.
2.      Komunikasi terbuka. Ungkapan pemikiran, dan perasaan Anda secara jujur mengenai masalah tersebut.
3.      Kita perlu memperhatikan dan mencari ada seberapa banyak perasaan dendam dan benci pada orang itu. Itulah hal pokok yang harus kita ketahui. Kemarahan karena perasaan terluka dan penolakan itu merupakan hal yang wajar , tetapi ada waktunya hal itu harus diselesaikan.
4.      Kemudian buat Keputusan yang jelas. Rencanakan jenis tindakan yang harus dilakukan agar situasi menjadi baik.
5.      Masuki tahap terpenting yaitu, Mengampuni. Pengampunan mengawali proses penyembuhan, dan penyelesaian konflik yang benar.
6.      Dan akhirnya membutuhkan Kepercayaan untuk mengakhiri konflik. Berhenti pada tahap mengampuni tidak menyelesaikan masalah, terutama jika masalah yang ada merupakan kasus besar, dan berulang kali terjadi.
  




DAFTAR PUSTAKA :
-          Wikipedia bahasa Indonesia, (Perceraian).
-          H.Norman Wright, Membantu orang dalam Krisis dan Stres. Penerbit Yayasan Gloria Yogyakarta
-          Dr.Gary Rosberg, Choosing to Love Again. Penerbit Andi
-          Gordon Lindsay, (Pernikahan, perceraian, dan pernikahan ulang). Penerbit IMMANUEL
-          Ir.Jarot Wijanarko, Perceraian Aku mau menikah lagi. Penerbit Suara Pemulihan 2007
-          H. Norman Wright. Komunikasi –Kunci Pernikahan Bahagia. Penerbit Yayasan Gloria Yogyakarta
-          DR. M.Bons-Storm. Apakah Penggembalaan Itu? PT BPK.Gunung Mulia.
-          Ferdinand Edu, M.Th. Pastoral Konseling- penerbit STT-Bethel Indonesia 2010








[1] H. Norman Wright. Komunikasi –Kunci Pernikahan Bahagia. Penerbit Yayasan Gloria Yogyakarta: hal.20-22
[2] Ibid.hal.24
[3] DR. M.Bons-Storm. Apakah Penggembalaan Itu? PT BPK.Gunung Mulia. Hal 164-168
[4] Ibid hal.169-151
[5] Ferdinand Edu, M.Th. Pastoral Konseling- penerbit STT-Bethel Indonesia 2010-hal 97-99
[6] Wikipedia bahasa Indonesia, (Perceraian).
[7] Gordon Lindsay, (Pernikahan, perceraian, dan pernikahan ulang) hlm 15-16
[8] Gordon Lindsay, (Pernikahan, perceraian, dan pernikahan ulang) hal 25-26.
[9] Ir.Jarot Wijanarko, Perceraian Aku mau menikah lagi, hlm  8-18
[10] H.Norman Wright, Membantu orang dalam Krisis dan Stres, hlm 187
[11] Dr.Gary Rosberg, Choosing to Love Again, hlm 9

Thursday, April 26, 2012

Perubahan hidup terjadi karena sebuah buku splin.



Sebenarnya apa sih buku Splin ini? Sehingga saya memberikan nama buku ini ialah Buku Splin. Ada suatu alasan bagi saya, karena Buku ini yang membuat hidup saya dapat menghargai waktu yang saya gunakan, sehingga saya bisa Displin. Semua buku tulis bisa kita jadikan buku splin, kita bisa memikirkan apa yang harus kita ubah didalam hidup kita, seperti sifat kita yang malas, sifat kita yang ceroboh, dan juga kita bisa menuliskan jadwal  kegiatan (seperti buku Agenda ), menuliskan catatan Penting, pengingat, ataupun pengeluaran uang yang kita gunakan pada hari tersebut. Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang bisa kita gunakan.
Buku ini hanya sebuah pengingat, tapi yang diperlukan ialah Tindakan kita, dan keinginan kita untuk berubah menjadi orang yang displin dalam pemakaian waktu, dll.

Contoh :
05 Mei 2012
Kegiatan :
-          Kuliah 07.00 – 13.00
-          Mengerjakan tugas 14.00 -15.00
-          Istirahat
-          Dll

Catatan Pengingat :
-          Jangan lupa menaruh barang pada tempatnya
-          Jangan lupa besok bawa pesanan teman
-          Jangan lupa besok ada pelajaran tambahan

Pengeluaran :
-          Bakmi                    Rp 7.000
-          Isi bensin             Rp. 15.000
-          Dll (total)

Tindakan :
-          Hari ini harus semangat dan sukacita.
-          Hari ini harus memberikan kata-kata motivasi buat teman-teman
-          Dll.

Ini hanya sebuah contoh, tapi buku ini tidak ada gunanya jika tidak ada tindakan. Buku ini hanya sebuah teori, karena kita menulis rencana kegiatan, tapi tidak ada tindakan yang kita lakukan
Selanjutnya ialah renungan, berikan tanda silang pada kegiatan jika ada hal yang mendadak sehingga kita tidak melakukan kegiatan tersebut, atau kita malas melakukan.

Hidup displin dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting.
Selamat mencoba

Saturday, April 7, 2012

I can (not) Hear


Ini ada buku novel yang sudah lama laris, pengarangnya ialah Feby Indriani, dan San C.Wirakusuma ini diambil dalam kisah asli pengarang tersebut (San C. Wirakusuma) . Buku tersebut sangat membuat saya motivasi, apa lagi seorang ibu yang sangat sayang pada anaknya.

Ringkasan Pendek dalam buku tersebut. (perjalan seorang Anak tuna Rungu Menuju Dunia Mendengar)

Tokoh utama ialah bernama Gwendolyne ialah seorang putri pertama dari John, dan San C.W. bahwa San C.W baru menjadi seorang ibu (istri John), ia sangat gelisa ketika mendapati bahwa Gwendolyne memiliki ganguan pendengaran. Ini diketahui pada saat Gwen tidak merespon suara yang dibunyikan oleh dr. Chung membunyikan krincingan di belakang kepada Gwen, dan mendapat masukan dari dr. Chung untuk tes lebih lanjut supaya mendapatkan hasil yang akurat. sekilas cerita, Gwen dibawa oleh mamanya untuk tes, sudah banyak yang dilakukan oleh San C kepada Gwen  untuk bisa dengar kembali, pergi ke Negara lain untuk memeriksa kesembuhan anaknya.  Semustahil apapun itu kedengarannya, harapan di dalam seorang San C.Wirakusuma menolak untuk menyerah


singkat cerita, Gwen bertumbuh, dan dari kerja keras orang tuanya sehingga Gwen bisa dengar kembali dengan mengunakan Alat bantu ditelinga dengan mengunakan prosesor, ada suatu hal yang menarik pada saat San C.W menegor Gwen untuk makan bersama, karena Gwen terlalu asik baca diberikan waktu 5 menit. dan ditegor kembali oleh San C.W, Gwen tidak merespon hanya tersenyum doang, ternyata Gwen sengaja memainkan prosesor untuk tidak mendengarkan suara dari San C.W(mama Gwen), Gwen sudah mengerti untuk mengontrol prosesornya sendiri untuk bisa dengar. atau tidak bisa dengar.
pada saat itu mama Gwen menegurnya, "Apa itu yang kamu mau?" "Benar itu yang kamu mau?" gampang kok. Kalau kamu memang tidak mau mendengar, kasih ke Mommy prosesornya.
tapi Gwen menjawab "Ngak, Mom, saya mau bisa mendengar".


Gwen juga bisa membuat gambar seperti Komik-komik gitu loh hohoho...
 buku ini sangat seru I can (not) hear.


Gwen Tanpa Sadar mengajarkan kepada Orang tuanya  :
"Jika keajaiban tak kunjung datang, berarti tugas kitalah untuk mencari sendiri, dan memperjuangkannya..

Wednesday, April 4, 2012

Mengapa kita harus Berdoa? Penting ya?


Bahwa kita mengetahui, Doa adalah hubungan dua arah, atau Komunikasih Ciptaan kepada Penciptanya.

Tetapi kenapa Kita harus Berdoa ? ?
1.  Doa itu mengubah hubungan Kita dengan Tuhan.

2. Doa itu melepaskan Kuasa Roh Kudus kedalam Hidup Kita.
3. Doa itu memulihkan Jiwa kita.
4. Doa itu membuka pintu pada kesembuhan.

5. Doa itu mengubah hubungan kita dengan orang.



Doa penting Ga sih??
Doa soo pasti sangat penting untuk orang-orang PERCAYA.
Doa sangatlah penting bagi kita khususnya orang Percaya, untuk mengatasi bujukan iblis terhadap orang percaya (Bahwa iblis ingin selalu menjatuhkan orang-orang yang Taat pada Tuhan).
- Dalam satu kesempatan Iblis berhasil membujuk Daud untuk mengambil tindakan salah dengan menghasut pikirannya (1 Taw 21:1)
- Iblis menguasai pikiran Petrus dalam suatu pertemuannya dengan Yesus, dan Yesus menyadari bahwa Petrus tanpa sadar mengucapkan bujukan iblis. (Matius 16:23) ==> iblis juga masuk kedalam pikiran Yakobus, dan Yohanes (Luk 9:55-56)
 

Iblis saja mencobai Tuhan Yesus, apa lagi kita yang percaya pada Kristus... Iblis pasti akan mengusahkan kita jatuh.. 

Yuukkk Kita BerDOA :
1. Marilah waktu doa Kita dengan ibadah yang penuh dengan Sukacita.
2. Mulai dengan membaca Firman Tuhan.
3. Pusatkan doa anda terhadap hal-hal yang menyenangkan Bapa.

4. Rendahkanlah diri Kita dihadapan Tuhan.
5. Kemukanlah permohonan pribadi kita kepada Tuhan.

6. Peganglah janji Allah.
7. Jangan Lupa untuk Menutup Doa dengan Pujian, Penyembahan, Syukur kepada Tuhan.



Note : pikiran yang salah kalo doa yang lama Kuasanya lebih besar... bukan hal itu... orang yang Rindu sama Tuhan Yesus, ingin berjumpa, ingin Curhat, soo pasti Doanya gak 1 menit 50 detik, bukan hanya Laporan.. tetapi dia datang karena Kangen, Haus, dan Rindu dalam Hadirat Tuhan.


JBU



Sumber yang dibaca :
1. Doa paling berkuasa dibumi (Peter Horrobin), 
2.Menjangkau Dunia Melalui Doa (Wesley L.Duewel).