Kekayaan yang sejati ialah pada saat kita bersyukur selalu dan kemiskinan ialah pada saat kita mengeluh selalu

Monday, March 31, 2014

Saat terjepit makin percaya


1 Samuel 30:1-20

           Pada saat kita membaca pasal dan ayat ini, dan sesuai dengan tema hari ini ialah “Saat terjepit makin percaya. Inilah yang di alami Daud, sesuatu kondisi yang sangat tertekan. Ada beberapa hal yang kita belajar dari firman Tuhan pada hari ini, semua orang pasti pernah mengalami namanya situasi yang membuat mereka tertekan atau terjepit. Tetapi dalam hal ini menjadi sebuah pertanyaan, apakah pada saat tertekan atau terjepit makin percaya atau malahan makin tidak percaya?

    1. Menguatkan kepercayaan kepada Tuhan dalam situasi apapun.
Sebab dikatakan dalam ayat 6 “….Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.  è inilah keadaan rakyat yaitu mereka “pedih hati” tetapi dalam hal ini Firman Tuhan mengatakan bahwa “Daud menguatkan kepercayaan kepada Tuhan”
Daud mengalami 2 kondisi dimana kondisi universal (rakyatnya ditawan) dan personal (keluarganya ditawan)  dalam kondisi tersebut ia tidak goyah tetapi “Menguatkan kepercayaan kepada Tuhan”. dalam kitab bahasa Inggis KJV “but David encouraged himself in the LORD his God.” è “encouraged himself” (mendorong dirinya sendiri atau mendukung dirinya sendiri), dan “encouraged himself” ini berbicara mengenai respon Daud dalam menghadapi keadaan terjepit, menghadapi situasi yang tertekan “Responnya” ialah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan.

2.      Mengikut sertakan Tuhan dalam  setiap situasi apapun.
Daud tidak mencari jalan keluar dengan mengandalkan dirinya sendiri, tetapi ia mengikut sertakan Tuhan dalam situasi yang dia hadapi. Dalam ayat 8 terlihatlah jelas Daud mencari kehendak Tuhan, dan biar Tuhan campur tangan dalam setiap problemnya. Lihat pada saat Tuhan campur tangan, tidak ada kata yang mustahil karena Tuhan sendiri yang campur tangan (1 Samuel 30:17-20).


Melakukan : Mengandalkan Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita, apapun situasinya. Berdoa adalah sebuah komunikasi kepada Tuhan, untuk meminta hikmat dari pada-Nya, dan biarlah hidup kita dibangun di atas prinsip iman.

Membagikan : Sharingkan di keluarga anda, dan saudara seiman.


Thursday, March 27, 2014

Keberanian, kunci untuk sukses


Bilangan.14:5-10.
             Shalom… kita sudah membaca ayat yang tertera di atas, ataupun telah membaca satu periokop habis. Kita bisa melihat bahwa adanya sebuah ketakutan terhadap bangsa Israel, sehingga dalam
 ayat 1-2 ==> “mereka mengeluh dan lebih baik memilih mati dari pada mengikuti rencana TUHAN.” ayat 3 ==> “mereka lebih suka diperbudak dari pada mengikuti rencana dan janji TUHAN.” ayat 4 ==> “mereka ingin kembali ke Mesir, yaitu menerima perbudakan.”


          

            Dalam hal ini bangsa Israel seperti bangsa yang tidak mempunyai identitas, sebab mereka adalah Bangsa Pilihan Allah, umat Perjanjian, bahwa Allah yang mempunyai hubungan khusus terhadap umat perjanjian-Nya, tetapi umat perjanjian-Nya yang menolak dan tidak percaya kepada-Nya.   

         

     Yosua dan Kaleb orang yang termasuk dalam pengintaian, mereka mengoyakan pakaian mereka sebagai tanda berkabung atau sedih. Dalam kondisi tersebut Yosua dan Kaleb mempunyai iman dan kepercayaan penuh terhadap TUHAN yang memberikan janji terhadap bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya.


  a.      Jangan memberontak kepada TUHAN, (ayat 9).
  b.      Janganlah takut sebab TUHAN menyertai, (ayat 9).

Yosua dan Kaleb mempunyai Keberanian, karena mereka memusatkan hidupnya kepada Tuhan yang memberikan janji dan penyertaan-Nya, bukan apa yang dilihat di mata, tetapi apa yang mereka percaya yaitu mempunyai TUHAN yang besar dalam hidup mereka. Keberanian ini menjadi kunci sukses untuk memasuki tanah perjanjian. Yang menjadi dasar Keberanian ialah point (a) dan (b), dan itulah kunci kesuksesan.  


Melakukan : Kegagalan akan terjadi pada saat kita kuatir, Keberanian yang takut akan Tuhan menjadi sebuah kunci kesuksesan dalam  hidup kita.



Thursday, March 6, 2014

Mengenal Tuhan dengan Benar

Ayub 42:1-6
                Kita mengetahui cerita Ayub, bahkan pada saat kita sekolah minggu juga telah mendengarkan cerita ini. Pada saat kita membaca dari Pasal 1-42 sangatlah banyak yang kita dapati, Ayub mengalami ujian dari Tuhan, dan itu semua mengenai unsur terpenting dalam kehidupan manusia.
-          Usaha (ternak dan domba) è (Ayb 1:15-17)
-          Keluarga, anak-anak meninggal dan bahkan istrinya tidak menunjukkan keharmonisan pada masa sukar (Ayub 1:19 dan Ayub 2:9).
-           Kesehatan (Ayub 2:7)
Inilah yang Ayub alami, ia harus kehilangan domba ternaknya yang sebagai harta Ayub, kehilangan keluarganya, dan begitu juga ia kehilangan Kesehatan. Jika salah satu hilang akan menguji jiwa seseorang, seperti seorang kepala keluarga yang kehilangan keluarga besarnya, kehilangan usaha, ataupun kehilangan Kesehatan itu akan menguji jiwanya, tetapi dalam hal ini Ayub kehilangan ketiga-tiganya. Pada pasal 3 Ayub “mengelu” dalam judul periokop pada pasal 3 ialah “Keluh kesah Ayub”. Adanya sebuah pembaharuan Ayub pada Pasal yang kita bahas ini Ayub 42:1-6.
                Mengenal Tuhan dengan benar mengubah paradigma kita dalam setiap persoalan dan ini semua berbicara mengenai iman kepada Allah di tengah pergumulan.
1.       Ayat 2 “ …. tidak ada rencana-Mu yang gagal.
ð  Ini merupakan sebuah penyerahan diri kepada Tuhan, pada saat Ayub dicobai oleh iblis, menjadikan sebuah ujian “iman” kepada Allah, menaruh kepercayaan kepada Allah sehingga Ayub berkata “Tidak ada rencana-Mu yang gagal”.
2.       Ayat 3 “ …. tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
ð  Manusia tidak bisa menyelami perkerjaan Allah dalam kehidupan kita, tetapi dalam hal itu adalah sebuah pekerjaan yang ajaib, dan sesuatu yang indah dalam hidup kita, yaitu yang membuat hidup kita bertumbuh di dalam kerohanian kita. Masalah membuat hidup kita lebih intim dengan-Nya dan bertumbuh di dalam kerohanian kita, bukan membuat kita menjauh dari Tuhan.
3.       Ayat 5 “ … tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
ð  Selama ini Ayub memahami Allah melalui tradisi. Justru melalui pergumulan penderitaan, Ayub secara langsung berjumpa dengan Allah, dan Ayub merendahkan diri dihadapan Allah (ayat 6).
(Mengenal Tuhan dengan benar, itulah menjadi sebuah kekuatan dalam hidup kita dalam dukacita maupun sukacita). Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, Tuhan selalu baik.

 Keadaan Ayub dipulihkan Ayub 42:10
Melakukan      : Respon kita terhadap masalah, itu mengambarkan pengenalan kita terhadap Tuhan. (Iman dan percaya selalu kepada-Nya disetiap musim kehidupan kita baik dan buruknya itu).

Membagikan : Sharingkan saudara seiman, bahkan dalam lingkungan kerja, sekolah, dan keluarga.

"Dari Penjara Menuju Istana"

Kej 41:37-45

            Kita mengetahui bahwa Yusuf adalah anak yang paling disayang oleh Yakub, namun Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya, sehingga ia dijual oleh saudara-saudaranya menjadi budak. Budak adalah sebuah tanda kepemilikan bagi yang membeli, setelah itu dia mendapatkan sebuah fitnahan dari istri Potifar sehingga ia masuk ke dalam penjara. Pada saat masuk dalam penjaralah Kuasa Tuhan tetap ada pada Yusuf dalam menafsirkan mimpi, yang dimulai dari mimpi juru minuman dan juru roti dari Istana Firaun. Kemudian baru Yusuf menafsir mimpi Firaun yang membuka peluang memperoleh jabatan tinggi, bahwa hingga ia diangkat Firaun menduduki jabatan tertinggi pemerintahan Mesir sesuai tradisi Mesir, yakni mengenakan cincin meterai, pakaian lenan harus dan kalung emas kepada Yusuf.

            Berbicara mengenai “dari Penjara menuju Istana” berbicara mengenai proses, itu semua karena Roh Allah pada diri Yusuf (ayat 38), bahwa orang mesir adalah menyembah dewa mereka, tetapi Firaun mengakui Allah yang Yusuf sembah ada pada diri Yusuf sehingga membuatnya berakal budi dan bijaksana(ayat 39).

Yang menjadi kunci jawaban ialah taat dan tidak berkompromi dengan dosa.
a.       Yusuf mempunyai kesempatan untuk berbuat dosa dengan istri Potifar, tetapi ia tidak berkompromi dengan dosa.




b.      Yusuf juga mempunyai kesempatan untuk membalas kelakuan istri Potifar dan saudara-saudaranya pada saat Yusuf mempunyai otoritas atau kekuasaan di Mesir.




Dari Penjara ke Istana è Yusuf diproses untuk rendah hati, untuk mengampuni saudara-saudaranya, untuk taat kepada Allah dan dibalik itu Roh Allah yang menuntunnya.

“Yusuf mengenakan cincin meterai, pakaian lenan halus dan kalung emas.” è menggambar kekuasaan pada Yusuf, inilah tokoh seorang yang takut akan Tuhan. Pertolongan Tuhan akan selalu indah pada waktunya(ayat 41-45).

Tuhan akan membawa kita untuk “Next Level” pada saat kita melakukan kehendak Bapa, bahwa yang terpenting bagi orang percaya bukanlah menjadi orang kaya, orang mempunyai jabatan tinggi dikantor/organisasi, dan orang yang dihormati masyarakat, tetapi yang terpenting bagi orang percaya ialah menjadi orang percaya yang melakukan kehendak Bapa.


Melakukan : tetap taat pada saat diproses, dan melakukan kehendak Bapa yaitu orang percaya yang takut akan Tuhan.

Membagikan : Sharingkan sesama saudara seiman dan mempraktekkannya dalam kehidupan kita.

Monday, November 25, 2013

Allah melihat pemberian yang tersembunyi (Matius 6:1-4)

               ini adalah salah satu sebuah bahan renungan yang saya tulis untuk renungan 4M di GBI Permata Gunung Sahari, dan saya juga memasukkannya dalam sebuah blogger saya,                                      



Pada saat kita membaca ayat di atas, bahwa ini membahas mengenai pemberian sedekah. Latar belakang pada pasal dan ayat tersebut adalah sebuah kewajiban keagamaan orang-orang Yahudi mengenai pemberiaan atau sedekah, bukan hanya ini saja kewajiban agama Yahudi masih ada beberapa kewajiban agama orang-orang Yahudi yaitu berdoa dan puasa, tetapi yang akan dibahas ialah mengenai sedekah. Dalam hal ini Yesus memberikan sebuah penekanan yaitu kata “ingatlah” dalam bahasa Yunani “Prosekhete” pada awal kata ayat 1 ini adalah sebuah kata imperative yang berarti bukan hanya mengingat dalam pikiran saja, tetapi ini juga  sebuah perintah untuk melakukannya.  
1.       Memberi bukan untuk memperbaiki nama atau menjadikan namanya baik.


Inilah orang-orang farisi yang dimaksudkan Yesus bahwa mereka adalah orang-orang munafik, yang dijelaskan pada ayat 2 yang melakukannya di rumah-rumah ibadat dan lorong-lorong supaya mereka dipuji. Mereka adalah orang-orang yang dihormati oleh orang-orang Yahudi pada zaman tersebut, apa yang dihormati oleh manusia belum tentu Tuhan berkenan. Tuhan Yesus mengingatkan dalam ayat 2 yaitu “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu …” apa yang dimaksud disini dengan kata “mencanangkan” dalam Terjemahan bahasa inggris KJV diartikan “sound a trumpet” (sebuah suara terompet) ada maksud tertentu Tuhan Yesus mengunakan isitlah ini, bahwa suara tersebut sebagai sebuah peringatan untuk orang-orang mengetahui apa yang terjadi. jadi dalam hal ini yang dimaksud ialah pada saat kita memberi janganlah kita memberitahukan ke orang-orang mengenai pemberian kita atau istilah lain ialah menggembar-gemborkan, untuk nama kita dihormati atau nama kita menjadi baik. Inilah yang dijelaskan pada ayat 3, bahwa kita tidak perlu juga menghebohkan pemberian kita kepada orang lain dan tidak perlu juga kita ingin mengetahui pemberian orang mengenai persembahannya.
2.         Pemberian yang terbaik adalah hati yang Tulus untuk menyenangkan hati Tuhan.

Inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus ialah memberi bukan karena untuk dipuji orang lain atau dipandang orang lain, tetapi apa yang dilakukan semuanya untuk menyenangkan hati Tuhan bukan kepentingan sendiri. 
Apa yang dimaksud pada ayat 4 “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi …” yang dimaksud ialah memberi tanpa motivasi apapun, hanyalah untuk Tuhan. berbicara mengenai pemberiaan yang tersembunyi ialah berbicara mengenai Hati yang Tulus terhadap pemberiannya tersebut.

Melakukan : Allah melihat pemberian yang tersembunyi, ialah pemberian yang tulus yang tidak adanya kemunafikan di dalamnya yaitu kepentingan pribadi, tetapi lakukanlah semuanya dengan Hati yang Tulus kepada Allah karena itulah yang dikenan Allah bukan untuk dikenan manusia.

Jbu always

Sunday, September 9, 2012

PENGAMPUNAN



Kenapa ingin menulis judul ini, ada suatu yang menurut pandangan saya. "Kasih sudah mulai Pudar". 
jadi saya bisa berstatment bahwa tidak bisa mengampuni, karena hatinya terluka. Pada saat terluka tidak adanya pemberesan, Mulailah Kasih itu Pudar, dan menjadi akar Pahit dalam dirinya. 
Dalam Judul ini saya hanya meringkas dari beberapa buku yang saya baca, atau merisetnya menjadi sebuah Rangkuman, sumber sudah ada pada daftar pustaka pada akhir ringkasan ini.



Dalam judul yang diberikan yaitu tentang pengampunan, jadi apa sih pengampunan itu? Ada beberapa orang yang memberikan statement tentang pengampunan, ada beberapa yang suka dan saya mengambilnya sebagai beberapa pengertian tentang “Pengampunan.”
- menurut (Fred Luskin)
“Pengampunan berarti bahwa walaupun anda terluka, anda memilih untuk tidak terlalu merasa terluka&berduka.”

- menurut (Oscar Wilde)
“Ampunilah musuh-musuh anda senantiasa, karena tidak ada hal yang begitu mengangu mereka.”

- menurut (Anonim)
“Pengampunan adalah melepaskan hak saya untuk menyakiti anda karena anda telah menyakiti saya.”

Jadi bisa disimpulkan, Pengampunan pada saat kita terluka kita bisa memaafkan mereka, dengan senantiasa karena melepaskan hak kita untuk tidak menyakiti seseorang atau bisa disebut juga dengan tidak balas dendam.

Didalam buku “For Give to Live” ada tentang 10 Prinsip pengampunan.
(Pengampunan dimulai ketika Kita)
1. Menerima bahwa hidup ini tidak adil, dan bahwa orang lain mungkin memiliki peraturan yang berbeda dari kita.
2. Berhenti menyalahkan orang lain atas keadaan kita.
3. Memahami bahwa anda tidak dapat mengubah orang telah menyakiti kita; kita hanya dapat mengubah diri sendiri
4. Mengakui amarah & luka batin yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan.
5. Merangkai kembali kisah anda yang menyakitkan “Kisah tentang kepedihan hati, dengan menempatkan peristiwa-peristiwa yang menyakitkan didalam konteks yang lebih luas dalam sudut pandang saat ini.
6. Menyadari bahwa hanya anda sendirilah yang dapat mengambil keputusan untuk mengampuni
7. Mengubah pandangan anda mengenai musuh anda dengan rendah hati memilih untuk berempati terhadap keadaanya.
8. dengan sadar bergerak dari ketidak bahagian menuju kebahagian.
9. Memahami bahwa pengampun memerlukan waktu, dan tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa.
10. Bertanggung jawab atas hidup & masa depan anda sendiri.

Komentar : “saya setuju dengan kalimat no.6 bahwa mengampuni adalah keputusan kita bukan dari orang lain/disuruh tetapi keputusan kita dari ketulusan kita untuk mengampuni.”

Ada beberapa langkah untuk mengampuni orang lain pada peristiwa-peristiwa masa lalu yang membuat hati kita sakit atas yang diperbuatnya karena kita mengingatnya, ada enam langkah :

- Fokuslah pada hal yang benar tentang peristiwa itu dari sudut pandang kita, dan persektif orang yang bersalah itu.
Cobalah untuk menjadi posisi orang itu, dan kita lihat dari sudut pandang yang baik, karena jarang ada satu pihak sepenuhnya bersalah, dan yang lain benar-benar tidak bersalah, jadi lihat dari sudut pandang kita yang positif.

- Bangunlah empati terhadap orang menyakiti kita.
Dalam Berampati berarti kita mencoba untuk memahami seseorang yang mungkin mengerakan perilaku untuk menyakitkan hati orang lain atau mungkin kita, dengan berempati jadi kita melihat bahwa orang itu hanya orang biasa seperti kita, bisa mengecewakan, dan menyenangkan.

- Kenalilah kesalahan yang pernah kita perbuat yang perlu diampuni.
Dengan mengenal kesalahan-kesalahan kita, yang kita juga pernah perbuat, jadi kita juga butuh pengampunan dari seseorang, dan kita telah diampuni, justru kita harus berlapang dada untuk orang yang telah menyakiti kita karena dengan keinginan ini kita menunjukan tingkat kerendahan hati kita kalo kita juga butuh pengampunan dari orang lain.
- Perbaikilah kisah kita sehingga secara lebih akurat mencerminkan sudut pandang orang yang bersalah itu dan juga orang yang terlukai.
Jika kita dalam sudut pandang dua posisi, yang mencerminkan orang yang bersalah dan juga orang terluka, mereka mempunyai alasan mereka masing-masing yang membuatnya seperti itu, jadi kita membutuhkan pengampunan maupun yang bersalah, dan juga yang terlukai.

- Pandanglah tujuan hidup kita, dan ambillah langkah-langkah untuk mencapainya.
Kita semua ingin mencapai sesuatu tujuan, dan kita harus mempunyai langkah tersebut, tetapi langkah tersebut dihalangin dengan kepahitan, kemarahan, kedendaman yang membuat kita memikirkan hal yang tidak berguna, secara sederhana lakukan yang berguna dan berhentilah melakukan/memikirkan hal yang tidak berguna, karena dengan mengampuni kita melepaskan semua hal-hal yang tidak berguna, dan hal-hal yang ada dalam pikiran kita yang tidak berguna.

- Sadarilah bahwa pengampunan membutuhkan waktu; pengampunan hampir tidak bisa dicapai dengan satu usaha saja.
Dalam hal mengampuni kita butuh latihan, dan latihan ini membutuhkan waktu untuk mengampuni/memaafkan kesalah orang lain yang membuat kita sakit hati, jarang seseorang mengampuni hanya dalam waktu sekejap yang tidak diikuti oleh munculnya kembali pikiran serta perasaan yang lama, dan negative itu dikemudian hari. Dan mungkin memerlukan waktu dalam peristiwa tertentu, dan kita butuh belajar untuk mengampuni mungkin pada saat ini kita perlu belajar mengampuni dan selamanya kita harus mengampuni.

- Mengampuni, dan mendapatkan Pengharapan demi masa Depan.
(Ada Statement yang berkata “Tidak ada masa depan tanpa Pengampunan”)
Hubungan antara pengampunan, dan pengharapan, terkait dan tidak bisa dipisahkan karena pengampunan itu akan melahirkan pengharapan yang baru, dan mengetahui bahwa pengampunan menuju hal yang lebih baik menuju masa depan yang kita kehendaki dari pada hidup yang terbelengu dengan sakit hati, dendam, dll pada masa lalu kita yang tidak kita kehendaki menjadi racun bagi hidup kita.

Pengampunan juga menuntun kita untuk memahami pikiran, dan membangun kembali impian kita. Pengampunan juga memiliki kekuatan untuk melepaskan kita dari semua luka yang terjadi pada masa lalu agar kita mempunyai semangat baru untuk meraih masa depan kita. Pengampunan kemungkinan terjadi awal hidup yang menyegarkan. Pengampunanlah yang mengubahnya semua ini untuk mendorong kita menjadi optimisme yang menguatkan tentang masa depan.
Pada saat kita mengampuni dan pengharapan muncul jadi kedua ini saling berkaitan langkah demi langkah, dan itulah pada saat Mengampuni dan Pengharapan baru muncul, pada saat pengharapan Muncul kita bisa menatap masa depan yang lebih baik.

Beberapa peringatan penting
Berbuat salah adalah bagian dari diri manusia. 
Hargailah kesalahan anda sebagaimana adanya:
Pelajaran hidup berharga yang hanya dapat dipelajari dengan susah.
Kecuali jika itu kesalahan fatal, yang paling tidak, dapat dipelajari orang lain.

- Al Franken
Ada beberapa yang peringatan penting :
1. Ketika pengampunan diberikan terlalu dini mungkin itu justru bukan pengampunan. Mungkin itu hanya tidakan untuk menghindar.
Pengampunan dalam hal ini malahan mempermudah orang untuk menyembunyikan rasa sakit hati yang sesungguhnya, pengampunan dini justru tetap membiarkan kita terbelenggu dalam sakit hati kita, karena pengampunan dini terjadi tentang peristiwa yang dengan cepat ”dimaafkan” dan diabaikan, padahal didalam hatinya masi ngomongin orang yang berbuat salah kepadanya dari belakang, dan menjadi tidak sehat dengan cara tersebut kita menyimpan sakit hati kita dari kebohongan dengan tidak apa-apa, saya sudah maafkan, padahal masi ada bekas yang tersembunyi bahaya itu.

2. Pengampunan bukanlah pengampunan jika dimanfaatkan sebagai alat untuk meninggikan diri.
Dalam hal ini ada orang yang mencari kesalahan orang lain agar ia dapat berkata, ”Aku memaafkanmu,” dengan cara inilah mereka akan meninggikan dirinya dari orang lain, karena ini kayak cara licik begitu dengan memutarbalikan fakta, jadi berhati-hatilah, karena pengampunan dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meninggikan diri. Bentuk kata maaf ini kaya seperti memperebutkan kedudukan, atau mereka yang menjabat kedudukan yang tinggi, bukan merupakan sesuatu ketulusan.

3. Ada orang yang memakai pengampunan sebagai senjata untuk membalas dendam.
Pengampunan juga bisa menjadi senjata karena dengan menyatakan kesalahan orang lain, atau merupakan cara untuk merespons kesalahan yang telah dilakukan, dan bukan alat untuk membuat orang lain tampak bersalah.

4. Menghindari pengampunan yang membuat anda mengingkari perasaan anda.
Pada saat kita memberi pengampunan kepada orang, setelah itu tidak menjadi akrab, atau malahan menghindar, dan tidak ada komunikasi, pengampunan seperti itu salah karena menginkari perasaan kita.

5. Beberapa jenis pengampunan melunakkan konflik yang terjadi saat itu justru mengorbankan harga diri atau kebaikan diri seorang, dan dapat membuatnya kembali menjadi korban.
Dalam hal ini juga kita mengampuni tetapi dengan harga diri kita direndahkan, jadi hal ini malahan melemahkan jati diri kita, dan merasa tidak berharga lagi.
Setelah mengampuni seharusnya timbul damai sejahtera, bukan tekanan jadi hati-hati.

6. Waspadailah tekanan mengampuni dari pihak luar.
Hal seperti ini juga sangat sering dilakukan orang-orang, karena mungkin disuruh pacarnya/sahabatnya maafin si A, atau maafin si B, karena si A, atau si B baik orangnya kepada pacarnya, jadi kehendak pacarnya, bukan kehendak dirinya sendiri, padahal masi jengkel. ini juga salah karena mengampuni didesak oleh orang lain.

7. Jangan mengampuni demi kepentingan orang lain.
Hal ini juga sangat sering, mungkin dalam hal bisnis dia mengampuni demi usaha tuannya, demi usaha pabrik yang dia kerja dengan seseorang, atau demi kebaikan orang lain dia mengampuni, ini juga tidak baik.

8. Jangan mengampuni jika nantinya kita akan semakin merasa bersalah.
Pada saat kita memberi maaf, tapi malahan kita merasa sangat bersalah dalam hal ini kita menjadi menyalahkan diri kita sendiri terus menerus ini juga tidak membawa pikiran damai malah bersalah.
(Pengampunan tidak membuat orang lain benar, tetapi membebaskan kita dari penderitaan)
Kesan: dalam dalam membaca buku-buku, menjadi mengerti tentang pengampunan, pengampunan yang harus benar dari ketulusan kita, bukan karena paksaan, bukan karena pihak lain, tetapi pengampunan itu keputusan kita, jika mengambil keputusan mengampuni yah kita menjadi orang pemaaf dan juga jiwa, dan pikiran kita menjadi damai sejahtera karena tidak ada rasa emosi, atau dendam, dan membuat hidup kita menjadi dewasa.
(Kolose 3:13  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.)

Daftar Pustaka :
- For Give To Live (Bagaimana Pengampunan Membuat Hidup Lebih Sehat).
Penerbit : Gloria Graffa Pengarang : DR.Dick Tibbits, and Steve Halliday
- Menang Atas Luka Batin.
Penerbit : Bethlehem Pengarang : Stormie Omartian.

Thursday, August 16, 2012

Menjadi Pemenang di atas Dosa





Syalom, Teman-teman. hari ini dengan senang sekali membuat renungan yang membuat diri saya sendiri terbangun oleh Firman-Nya. Apa Kabar? Apapun yang terjadi didalam kehidupan kita, biarlah kita tetap berkata Tuhan Yesus Baik. Amin.
Pendahuluan.
Tahukah teman-teman, bahwa ketika kita hidup didalam dosa terus menerus itu akan menghambat kerohanian kita. Banyak sekarang orang menyadari hal itu, tetapi mereka tetap hidup dalam Dosa. Mereka Percaya bahwa Kristus telah menebus hidup mereka dari dosa, mereka percaya bahwa Yesus akan menghakimi mereka kelak, apa yang mereka perbuat pada masa hidupnya. Tetapi kepercayaan mereka berbeda dengan tindakan mereka, maksudnya bahwa mereka percaya Kristus tetapi mereka hidup didalam Dosa, atau disebut zona nyamannya Dosa.
            Pada saat kita sungguh-sungguh percaya, biarlah kita percaya karena kita benar-benar mengenal Allah yang berada dalam hidup hati kita, yang menyertai kita. Karena dalam Firman Tuhan 
(1 Yohanes 2:4) :
“Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran”
(1 Yohanes 2:6)
“Barang siapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Pada saat kita Percaya, dan Mengenal Kristus, kita harus TAAT pada Firman-Nya. Dan salah satunya kita tidak boleh hidup didalam Dosa, tetapi sebagai orang percaya kita  harus Menjadi Pemenang di atas Dosa.
Bagaimana Menjadi Pemenang dalam dosa? Ada tiga kebenaran Menjadi pemenang dalam Dosa yaitu.
1. Mempunyai Kerendahan Hati untuk mengakui Dosa kita. (1 Yohanes 1:9)
Teman-teman, Pada saat kita mempunyai kerendahaan Hati. Kita tidak lagi harus menjaga image kita, atau gengsi kita. Tetapi tinggalkan pola pikir seperti itu, kita berani berbuat berani bertanggung jawab,  maksudnya jika kita melakukan kesalahan kita harus berani minta Pengampunan kepada Tuhan, maupun minta maap terhadap sesama.
Kerendahan hatilah langkah awal kita untuk datang kepada Bapa.
Mari kita buka Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 1:9
“ Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia, dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Teman-teman dan sahabatku, pada saat kita datang dengan kerendahan hati dengan pengakuan Dosa kita, dikatakan bahwa Ia adalah setia, dan adil. Hal ini bisa kita renungkan yaitu Setia, dan Adil  seberapa buruknya kita menyakiti hati Tuhan, pada saat kita datang kepada-Nya. Dia tetap akan mengangap kita adalah anak-anaknya, dan Bapa akan mengampuni anak-anak-Nya. Datanglah kepada-Nya dengan kerendahan Hati
Menjadi Pemenang di atas Dosa Mempunyai Kerendahan Hati.

2. Mempunyai Pergaulan yang Baik (1 Korintus 15:33)
Teman-teman, berbicara pergaulan baik, pasti juga ada pergaulan buruk. Walaupun kita sudah merasa berbuat benar, dan baik tetapi jika masih berada dalam lingkungan, atau pergaulan yang tidak baik, itu akan memudahkan kita untuk jatuh dalam dosa. Karena kita bergaul dengan hal yang negative, istilah kata lainnya makanan sehari-hari yang kita terima yaitu keburukan. Firman Tuhan berkata dalam (1 Korintus 15:33)
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”
==> Dalam perkataan ini rasul memperingati kepada Jemaat Korintus untuk tidak bergaul dengan para pengajar-pengajaran yang sesat yang mengatakan tidak ada kebangkitan, sehingga Pergaulan buruk itu bisa membuat kepercayaan jemaat diKorintus jauh dari pada kebenaran.
(Begitu juga kita teman-teman, jika kita hidup dalam pergaulan yang buruk dapat mempengaruhi kehidupan kita, kita akan gampang terbawa kepada hal-hal negative, dan sangat mudah jatuh dalam Dosa).
Tetapi biarlah kita mempunyai Pergaulan yang Baik, dimana kita bisa mendapat Pergaulan yang Baik ? didalam sebuah persekutuan, berkumpulnya teman-teman seiman yang bisa membangun satu sama lain, seperti Komsel, Pendalaman Alkitab, kebaktian Doa, dan masih banyak hal-hal lain yang bisa membuat kita lebih Radikal didalam Tuhan, karena adanya Pergaulan yang baik.
 Menjadi Pemenang di atas Dosa kita harus Mempunyai Pergaulan yang Baik

3. Mempunyai Hubungan Baik dengan ALLAH (1 Petrus 5:10-11)
“10. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”
“11. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Teman-teman, mempunyai Hubungan yang Baik dengan ALLAH itulah sangat penting. Sesibuk apapun dalam keseharian kita, sediakan waktu untuk duduk, mendengarkan Firman Tuhan, berlutut untuk berdoa, dan menyembah Tuhan. Pada saat kita terbiasa dalam Hadirat Tuhan, adanya suatu Hubungan yang begitu mesra terhadap Bapak kepada Anak-Nya. Hubungan Baik dengan Allah bukan hanya pada saat hari minggu saja pada saat ibadah yang begitu singkat 1 sampai 2jam, tetapi dalam kehidupan keseharian kita. Kenapa kita mesti mempunyai hubungan baik dengan Allah, jawabanya ada dalam ayat 1 Petrus 5:10-11.  Bahwa Allah adalah Sumber segala Kasih karunia, melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengkokohkan.  ini adalah sebuah pondasi yang sangat kuat dalam hal ini kita akan menjadi Pemenang dalam Dosa.
Kita bisa melihat kehidupan Daud, yang sangat dekat kepada Tuhan Allah Israel. Didalam Mazmur 119:164
“Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.”
==>  Kita mengetahui bahwa Daud adalah seorang Raja, dimana dia mempunyai sebuah kesibukkan ataupun Tugas untuk bangsa, dan kemajuan negaranya. Tetapi kita lihat Statement seorang raja yang takut akan Tuhan ini. Bahwa Daud benar-benar habis-habisan hidupnya untuk Tuhan.
dan ini adalah sebuah Rahasia menjadi Pemenang. Hubungan baik dengan Allah.

Penutup
pada hari ini, kita sudah mengetahui 3 kebenaran ini, biarlah kebenaran ini menjadi suatu Komitment dalam kehidupan kita, bahwa kita adalah Pemenang-pemenang di atas Dosa. Semua orang yang bisa jatuh dalam Dosa, tetapi kita sebagai orang percaya kita tidak akan hidup dalam Dosa.
Demikian Renungan Firman Tuhan, Tuhan Yesus memberkati.